Jakarta, IDN Times - Pemerintah Korea Utara melayangkan kecaman keras atas pelaksanaan latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan pada Rabu (19/8/2026). Pyongyang menegaskan komitmennya untuk menggunakan hak membela diri guna menanggapi potensi ancaman dari kedua negara sekutu tersebut.
Pernyataan tersebut merespons pembukaan agenda latihan militer tahunan Ulchi Freedom Shield di Semenanjung Korea. Kendati Washington berniat mengurangi keterlibatan pasukannya, pihak Korea Utara tetap memandang manuver militer tersebut sebagai bentuk provokasi kawasan.
