Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korsel dan Korut Belasungkawa atas Ledakan Tambang Batu Bara di China
Ilustrasi perusahaan pertambangan batu bara. (unsplash.com/Dominik Vanyi)
  • Ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Shanxi, China pada 22 Mei 2026 menewaskan 82 orang dan melukai lebih dari 120, menjadi tragedi tambang paling mematikan dalam 15 tahun terakhir.
  • Presiden Korsel Lee Jae Myung dan Pemimpin Korut Kim Jong Un menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pemerintah serta rakyat China atas insiden tersebut melalui pesan resmi terpisah.
  • Investigasi awal menemukan dugaan pelanggaran keselamatan serius oleh Shanxi Tongzhou Group, termasuk kadar gas beracun melebihi batas aman dan jumlah pekerja bawah tanah yang tidak sesuai catatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, dan Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, secara terpisah menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam kepada pemerintah China atas insiden ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China utara.

Insiden yang terjadi pada 22 Mei 2026 itu menewaskan setidaknya 82 orang, melukai lebih dari 120 lainnya, dan menyebabkan 2 orang hilang. Bencana ini tercatat sebagai kecelakaan tambang paling mematikan di China dalam lebih dari 15 tahun terakhir, dilansir Korea Herald, Senin (25/5/2026).

1. Presiden Korsel doakan kesembuhan korban ledakan dan berharap penanganan cepat

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. (x.com/대한민국 대통령실)

Melalui media sosial X pada Minggu (24/5/2026), Presiden Lee menyatakan duka mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap kecelakaan tersebut dapat segera ditangani dan diselesaikan melalui upaya pemerintah China dan pihak berwenang terkait dengan baik secepatnya.

"Saya berdoa agar mereka yang kehilangan nyawa dalam tragedi mendadak ini mendapatkan kedamaian abadi, dan menyampaikan belasungkawa serta penghiburan yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang berduka dan rakyat China. Selain itu, saya mendoakan kesembuhan yang cepat bagi semua korban luka," ujar Lee.

2. Kim Jong Un sampaikan simpati mendalam kepada Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping (kanan) saat menyambut Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Beijing pada 4 September 2025. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

Sementara itu, media pemerintah Korut, Rodong Sinmun, melaporkan pada 25 Mei 2026 bahwa Kim telah mengirimkan pesan resmi kepada Presiden China Xi Jinping. Ia menyampaikan simpati mendalam kepada partai, pemerintah, dan rakyat China.

"Saya sangat berharap rakyat China akan segera menghapus dampak kerusakan tersebut, dan keluarga yang berduka akan mengatasi kesedihan mereka dan mendapatkan kembali kehidupan yang stabil," kata Kim, dikutip dari Korea JoongAng Daily.

Pesan tersebut datang di tengah meningkatnya spekulasi diplomatik terkait rencana kunjungan Xi ke Pyongyang pada akhir Mei atau awal Juni mendatang. Kunjungan tersebut diprediksi menjadi pertemuan puncak formal setelah Xi bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini di Beijing.

3. Adanya pelanggaran keselamatan serius oleh manajemen tambang Shanxi

The Straits Times melaporkan, investigasi awal terhadap ledakan maut di tambang batu bara Provinsi Shanxi mengungkap adanya dugaan pelanggaran keselamatan serius oleh pihak pengelola, Shanxi Tongzhou Group. Perusahaan swasta tersebut diketahui membiarkan kadar gas beracun melebihi ambang batas aman dalam waktu lama.

Selain itu, media lokal melaporkan bahwa jumlah pekerja yang berada di bawah tanah saat insiden terjadi melampaui 124 orang yang tercatat oleh perusahaan. Jumlah tersebut merupakan sebuah pelanggaran terhadap regulasi keselamatan.

"Pihak manajemen yang bertanggung jawa telah ditahan, dan operasional tambang telah dihentikan untuk perbaikan keselamatan," kata pejabat berwenang, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, tim penyelamat masih terus berupaya mencari dua pekerja yang dilaporkan hilang sejak kecelakaan terjadi.

Bencana ini menjadi kecelakaan tambang batu bara paling mematikan di Negeri Tirai Bambu sejak ledakan gas di Provinsi Heilongjiang pada 2009, yang menewaskan 108 orang. Shanxi sendiri memiliki riwayat kelam dalam industri pertambangan, termasuk tragedi ledakan metana pada 1960 yang menewaskan 684 korban jiwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article