Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korsel Nilai Permintaan Maaf Ukraina soal Tawanan Korut Belum Cukup
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun (commons.wikimedia.org/IAEA Imagebank)
  • Korea Selatan menilai permintaan maaf Ukraina terkait pengungkapan pemindahan dua tawanan perang Korea Utara ke Seoul belum memenuhi harapan pemerintahnya.
  • Seoul mempertimbangkan langkah tegas, termasuk opsi menarik Duta Besar Park Hee Chang dari Ukraina, setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkap pemindahan tawanan tersebut di PBB.
  • Perselisihan berpusat pada klaim kesepakatan kerahasiaan demi perlindungan tawanan dan keluarga mereka; Korea Selatan tetap mengupayakan penyelesaian diplomatik sambil menjaga hubungan dengan Ukraina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Korea Selatan (Korsel) telah menerima permintaan maaf dari Ukraina terkait pengungkapan pemindahan dua tawanan perang Korea Utara (Korut) ke Seoul. Namun, Menteri Luar Negeri Korsel Cho Hyun mengatakan permintaan maaf tersebut belum memenuhi harapan Seoul.

"Pesan yang saya terima dari Sybiha memuat permintaan maaf. Namun, ada perbedaan dari tingkat yang kami harapkan, sehingga kami bermaksud mengambil langkah tegas," kata Cho dalam audit parlemen pada Selasa (6/10/2026) sebagaimana dikutip Yonhap News Agency.

1. Korsel pertimbangkan tarik duta besar dari Ukraina

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha (commons.wikimedia.org/Gabriel Piętka /MSZ)

Cho mengatakan permintaan maaf itu disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha melalui pesan yang diterimanya. Pemerintah Korsel kini mempertimbangkan berbagai langkah sebagai respons.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah menarik Duta Besar Korsel untuk Ukraina Park Hee Chang. Usulan tersebut disampaikan seorang anggota parlemen.

2. Zelenskyy ungkap pemindahan dua tawanan perang Korut 

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun (commons.wikimedia.org/IAEA Imagebank)

Perselisihan bermula setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap pemindahan dua tentara Korut ke Korsel dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September.

Korsel merespons dengan meminta penjelasan dan permintaan maaf resmi karena menilai pengungkapan tersebut melanggar kesepakatan untuk merahasiakan pemindahan kedua tentara itu. Kantor Kepresidenan Ukraina membantah adanya kesepakatan tersebut dan menyebut kerahasiaan pemindahan itu sebagai hal yang aneh.

Cho menegaskan kesepakatan untuk merahasiakan pemindahan tersebut dibuat sejak awal demi melindungi kedua tentara dan keluarga mereka yang masih berada di Korut. Menurutnya, pihak Ukraina yang lebih dulu meminta agar informasi itu tidak dipublikasikan.

3. Seoul tetap tempuh jalur diplomatik

ilustrasi bendera Korea Selatan (unsplash.com/Chris Boland)

Dilansir The Kyiv Independent, Sybiha sebelumnya menyebut perselisihan tersebut sebagai "kesalahpahaman diplomatik" dan berharap masalah itu segera diselesaikan. Kementerian Luar Negeri Ukraina belum memberikan komentar mengenai apakah Kyiv telah menyampaikan permintaan maaf kepada Seoul.

Dua tentara Korut itu ditangkap pada Januari 2025 saat bertempur untuk Rusia di wilayah Kursk. Menurut pejabat Korsel, keduanya tiba di Korsel pada pertengahan September.

Cho mengatakan Seoul berupaya menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomatik sembari menekankan pentingnya mempertahankan hubungan dengan Ukraina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article