Pasukan Pemerintah Yaman Klaim Rebut Kembali Mokha dari Houthi

- Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengklaim merebut kembali kota pelabuhan Mokha dari Houthi setelah pertempuran pada 5 Oktober 2026, dengan korban dan penangkapan di pihak Houthi.
- Houthi membantah kehilangan Mokha, sementara Al Jazeera mengonfirmasi bentrokan terutama terjadi di selatan Bab el-Mandeb dan belum ada verifikasi independen atas penguasaan wilayah sekitar Mokha.
- Pemerintah Yaman juga mengklaim menguasai Dhubab dan Bab el-Mandeb, didukung 100 jet tempur koalisi Saudi; laporan perkembangan medan perang belum terverifikasi independen.
Jakarta, IDN Times - Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melaporkan telah merebut kembali kota pelabuhan Mokha dari Houthi setelah pertempuran di sejumlah front pada Senin (5/10/2026). Militer Yaman menyebut sejumlah anggota Houthi tewas dan terluka, sementara beberapa lainnya ditangkap.
1. Pertempuran terjadi di sejumlah front Mokha

potret Kota Mokha, Yaman (commons.wikimedia.org/tower10) Sumber militer Yaman yang dikutip Al Jazeera mengatakan pertempuran berlangsung di beberapa front sekitar Mokha. Sumber tersebut menyebut sejumlah anggota Houthi tewas dan terluka dalam bentrokan.
Sejumlah anggota Houthi juga ditangkap, tetapi tidak disebutkan berapa jumlahnya. Kelompok Houthi sendiri diketahui merebut Mokha pada awal September 2026.
2. Houthi bantah kehilangan Mokha

ilustrasi bendera Houthi (commons.wikimedia.org/hstoops) Klaim pasukan pemerintah mengenai penguasaan Mokha belum dapat diverifikasi secara independen. Houthi membantah pasukan pemerintah telah merebut kota tersebut dan mengatakan bahwa sebagian besar pertempuran justru berlangsung di selatan Bab el-Mandeb.
Al Jazeera mengonfirmasi bahwa sebagian besar bentrokan pada Senin berlangsung di selatan Bab el-Mandeb. Akan tetapi, belum ada laporan bahwa pasukan pemerintah telah menguasai wilayah pegunungan di sekitar al-Wadea yang mengawasi kawasan Mokha, Dhubab, dan Bab el-Mandeb.
3. Pasukan pemerintah Yaman klaim kuasai Dhubab dan Bab el-Mandeb

citra satelit Selat Bab el-Mandeb dan Pulau Perim, Yaman (commons.wikimedia.org/Koordenação-Geral de Observação da Terra/INPE) Pada hari yang sama, pasukan pemerintah Yaman mengeklaim telah menguasai Distrik Dhubab dan sejumlah posisi strategis di sekitar Bab el-Mandeb. Juru bicara militer Letnan Kolonel Majid Abdullah al-Nuzayli mengatakan bahwa Brigade Raksasa Selatan dan pasukan Perisai Bangsa telah "berhasil menguasai Bab el-Mandeb".
Mengutip Anadolu Agency, pasukan pemerintah juga mengeklaim telah menguasai Bandara Dhubab dan memutus jalur yang menghubungkan Dhubab dengan Mokha. Ratusan anggota Houthi disebut terkepung di Dhubab dan diserukan untuk menyerahkan diri. Sebagian lainnya lantas melarikan diri melalui laut dengan perahu.
Operasi tersebut mendapat dukungan udara dari koalisi pimpinan Arab Saudi. Juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Maliki mengatakan bahwa 100 jet tempur memberikan dukungan kepada pasukan Yaman. Koalisi juga mengeklaim telah menghancurkan ratusan sasaran Houthi.
Al Jazeera menyatakan laporan mengenai perkembangan di medan perang belum dapat diverifikasi secara independen.























