Ilustrasi suasana Myeongdong di Seoul, Korea Selatan. (unsplash.com/Cait Ellis)
Tidak hanya menjadi negara dengan paspor terkuat kedua di dunia, kini sektor pariwisata Korsel pun mencatat lonjakan turis asing. Ini setelah Organisasi Pariwisata Korea (KTO) melaporkan kunjungan 10,7 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut melonjak 21,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (8,8 juta kunjungan), sekaligus melampaui level pra-pandemik COVID-19 paruh pertama 2019 sebesar 26,9 persen. Hal ini menandai pemulihan penuh dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
China tetap menjadi sumber wisatawan terbesar dengan 3,21 juta pengunjung, disusul Jepang (1,95 juta), Taiwan (1,15 juta), AS (810 ribu), dan Filipina (360 ribu). Lonjakan paling signifikan dicatatkan oleh pasar Taiwan dan AS, yang masing-masing meningkat 188,4 persen dan 168,6 persen, jika dibandingkan dengan pencapaian pada paruh pertama tahun 2019.
Jumlah tersebut memperkuat optimisme pemerintah Negeri Ginseng untuk menanggapi target ambisius menarik 22-23 juta turis asing tahun ini. Para pejabat berharap tren positif akan berlanjut pada paruh kedua. Pencapaian ini didorong oleh perpanjangan kebijkaan bebas visa bagi grup turis China, musim liburan musim panas, serta ekspansi penerbangan internasional langsung ke berbagai bandara regional, dilansir Korea Herald.