Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Buruh Kupas Bawang Upah Rp30 Ribu Sehari Tak Dapat Bansos, Ngadu ke Mensos

2 min read
Buruh Kupas Bawang Upah Rp30 Ribu Sehari Tak Dapat Bansos, Ngadu ke Mensos
Suasana gedung Kementerian Sosial dipadati warga miskin akibat pembaruan desil dan belum menerima bantuan sosial (bansos), Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Mardiana, buruh kupas bawang Pasar Induk Kramat Jati berpenghasilan sekitar Rp30 ribu sehari, mengadu kepada Mensos karena tercatat desil 6 dan tidak menerima bansos.

  • Ia menyebut sejumlah buruh kupas bawang lain juga menghadapi kondisi ekonomi sulit; sebagian mendapat bantuan, sementara dirinya tinggal di kontrakan pinggir kali tanpa bansos.

  • Nurniarsih juga tercatat desil 6, meski mengurus anak yatim dan kakak yang stroke. Pedagang ini menyatakan penghasilan hariannya sekitar Rp170 ribu tidak mencukupi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sejumlah warga miskin mengadu langsung kepada Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul terkait data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. Salah satunya Mardiana, buruh kupas bawang di Pasar Induk Kramat Jati yang mengaku hanya berpenghasilan Rp30 ribu per hari.

Mardiana mengatakan, dirinya tercatat dalam desil 6. Padahal, dia bekerja sebagai buruh kupas bawang dengan upah Rp3.000 per kilo dan memiliki tiga anak.

"Saya desil 6, saya buruh ngupas bawang. Sehari bawangnya Rp3.000, jadi penghasilan saya sehari Rp30.000. Anak saya tiga," kata Mardiana saat menyampaikan keluhannya kepada Mensos di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Dia mengaku tidak mendapatkan bantuan sosial. Menurutnya, kondisi serupa juga dialami sejumlah buruh yang bekerja mengupas bawang di Pasar Induk.

"Banyak Pak yang di Pasar Induk ngupas bawang, Pak, rakyatnya susah, Pak," ujarnya.

Mardiana mengatakan, sebagian buruh memang mendapatkan bantuan, tetapi sebagian lainnya tidak. Dia sendiri mengaku tinggal di rumah kontrakan yang berada di pinggir kali.

"Kayak saya ini gak dapat bantuan. Sebab, saya kan orang susah juga, rumahnya di pinggir kali, Pak, kontrakan," katanya.

Warga lainnya, Nurniarsih, juga mengaku berada di desil 6. Warga RT 13/RW 14 Kelurahan Penjaringan itu mengatakan, kini mengurus anak yatim dan kakaknya yang mengalami stroke.

"Saya desil 6. Anak udah gak ada. Iya, saya ngurus anak yatim. Sama kakak saya stroke. Saya cuma jualan doang. Sehari Rp170 (ribu). Cukup apa, Pak?" kata Nurniarsih.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More