Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lama Tak Muncul, Mojtaba Khamenei Muncul dalam Video Perdana 13 Detik
potret Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (commons.wikimedia.org/Mostafa Tehrani)
  • Mehr News Agency merilis video perdana berdurasi 13 detik yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sejak menjabat pada Maret, meski wajahnya tidak terlihat jelas.
  • Mojtaba masih bersembunyi atas arahan keamanan Iran untuk menghindari serangan AS dan Israel, sehingga Presiden Masoud Pezeshkian kesulitan bertemu langsung dengannya.
  • Meski bersembunyi, Mojtaba dilaporkan mengadakan rapat dengan Pezeshkian soal perang Iran-AS dan menyampaikan pesan publik melalui pernyataan tertulis yang disebarkan media Iran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Media Iran, Mehr News Agency, merilis sebuah video singkat yang di dalamnya ada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Video itu dirilis pada Minggu (9/8/2026) dengan durasi sekitar 13 detik. Video itu sontak menyebar dengan cepat di media sosial, terutama di X. Sebab, itu merupakan video perdana Mojtaba sejak dirinya menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu. 

Dalam video tersebut, terlihat Mojtaba sedang duduk santai sambil berbincang dengan sejumlah orang. Orang-orang tersebut terlihat serius mendengarkan perkataan Mojtaba layaknya seorang murid yang sedang mendengarnya gurunya mengajar. Namun, tidak ada informasi detail soal kapan dan di mana video tersebut direkam. Selain itu, video itu juga tidak menampakkan wajah Mojtaba secara jelas.

1. Mojtaba saat ini masih bersembunyi untuk menghindari serangan AS dan Israel

Saat ini, Mojtaba masih dalam persembunyian. Ia belum boleh menampakkan diri ke publik oleh aparat keamanan Pemerintah Iran untuk menghindari bahaya serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Inilah yang membuat Mojtaba sama sekali belum muncul ke publik sejak dirinya didapuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran untuk menggantikan sang ayah, Ayatollah Khamenei, pada Maret lalu. 

Persembunyian ini membuat Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, merasa kesulitan untuk berinteraksi dengan Mojtaba. Padahal, ia sering kali butuh bertemu langsung dengan sang pemimpin untuk membahas sejumlah hal, termasuk perang dengan Negeri Paman Sam. Meski sulit ditemui, Pezeshkian tetap menganggap kehadiran Mojtaba sangat penting untuk keberlanjutan roda pemerintahan. 

2. Mojtaba sempat menggelar rapat dengan Pezeshkian

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sedang diwawancara oleh khamenei.ir pada 2025. (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Meski sedang dalam persembunyian, Mojtaba dilaporkan sempat menggelar rapat dengan Pezeshkian pada akhir Juli lalu. Rapat itu dikabarkan berkaitan dengan perang Iran dan AS yang hingga kini masih belum usai.

Pada akhir Mei lalu, Mojtaba juga dikabarkan sempat menggelar rapat dengan Pezeshkian selama beberapa jam. Menurut laporan sejumlah media Iran, itu merupakan pertemuan perdana antara Mojtaba dan Pezeshkian yang dirilis ke publik.

3. Mojtaba kerap membuat pernyataan tertulis ke publik

ilustrasi pernyataan tertulis (pexels.com/Pixabay)

Karena masih dalam persembunyian, Mojtaba sama sekali tidak membuat pernyataan langsung untuk publik. Oleh karena itu, jika ingin memberi pesan kepada jajarannya atau kepada masyarakat Iran, ia hanya menyampaikannya melalui pernyataan tertulis. Pernyataan itu biasanya langsung disebarluaskan oleh sejumlah media Iran agar bisa dibaca khalayak luas.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda Mojtaba akan menampakkan dirinya ke publik. Menurut sejumlah sumber, putra ke-2 Khamenei itu baru akan muncul ke publik ketika perang antara AS dan Iran usai. Namun, hingga kini, Washington dan Teheran masih bersitegang. Negosiasi damai kedua negara juga berjalan alot.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article