tentara Hizbullah saat latihan militer (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Di tengah upaya diplomasi, pemerintah Lebanon menghadapi tekanan dari AS dan Israel. Kedua negara itu menuntut tentara nasional Lebanon segera turun ke selatan Sungai Litani dan melucuti persenjataan Hizbullah.
Namun, pemerintah Lebanon dinilai tidak memiliki kapasitas militer yang cukup untuk berkonfrontasi langsung dengan Hizbullah. Pemaksaan pelucutan senjata dikhawatirkan hanya akan memicu krisis baru di dalam negeri.
Di sisi lain, Hizbullah menolak seruan untuk menyerahkan senjata sebelum tentara Israel benar-benar mundur dari perbatasan. Nabih Berri, yang merupakan sekutu Hizbullah, memperingatkan bahwa pasukan Israel akan terus menghadapi perlawanan jika masih bertahan di tanah Lebanon.
"Pemerintah Lebanon tidak mampu memaksakan pelucutan senjata. Hizbullah masih memiliki pembenaran untuk mempertahankan senjatanya mengingat ancaman yang terus berlanjut," ujar analis politik Qassem Qassir, dilansir The New Arab.