Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ledakan Granat di Pesta Tahun Baru Filipina, 22 Orang Terluka

Bendera Filipina (unsplash.com/iSawRed)
Bendera Filipina (unsplash.com/iSawRed)
Intinya sih...
  • Granat tangan dilempar ke kerumunan saat perayaan tahun baru
  • 22 orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, tanpa korban jiwa
  • Polisi Matalam melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan identitas pelaku
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan granat yang meledak di pesta perayaan Tahun Baru di Barangay Dalapitan, Matalam, Cotabato Utara, Filipina, melukai 22 orang saat tengah malam, pada Kamis (1/1/2026). Dua tersangka yang menaiki sepeda motor melemparkan granat ke arah kerumunan warga yang sedang merayakan tahun baru di pinggir jalan.

Insiden ini menimbulkan kepanikan di tengah euforia sambutan 2026. Polisi juga langsung meluncurkan investigasi untuk mengungkap motif serta identitas pelaku.

1. Granat tangan dilempar ke kerumunan saat perayaan tahun baru

Kedua tersangka melaju dengan sepeda motor melewati lokasi pesta di Barangay Dalapitan, Matalam, Cotabato Utara, Filipina, sebelum melemparkan granat tangan yang meledak di kerumunan. Insiden ini terjadi tak lama setelah pukul 00.00 waktu setempat, saat warga sedang merayakan malam tahun baru.

22 orang terluka akibat serpihan granat dan segera dilarikan ke berbagai rumah sakit terdekat di wilayah tersebut, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Polisi Matalam sedang melakukan penyelidikan intensif, termasuk meneliti rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

2. Gubernur Cotabato Utara kecam keras serangan granat

Gubernur Cotabato Utara, Emmylou Mendoza, mengecam keras serangan granat di pesta tahun baru tersebut, dan memerintahkan pihak berwenang setempat untuk segera menyelidiki serta menangkap para pelaku yang melarikan diri. Pemerintah provinsi berkomitmen memberikan bantuan penuh kepada 22 korban luka.

“Kekerasan tidak memiliki tempat di provinsi ini,” ujar Gubernur Emmylou Mendoza dalam pernyataannya, dilansir The Star.

Respons cepat ini diharapkan dapat memulihkan rasa aman warga pasca insiden mengerikan saat perayaan tahun baru.

3. Polisi buru pelaku serangan granat

Petugas kepolisian Matalam meluncurkan perburuan skala provinsi terhadap dua pria yang terlihat pelemparan granat.

“Pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan ini harus menghadapi keadilan,” tegas Gubernur Emmylou Mendoza dalam siaran persnya.

Pihak berwenang telah memastikan lokasi kejadian diamankan sepenuhnya untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut, termasuk identifikasi pelaku dan motif serangan yang melukai 22 orang. Upaya ini diharapkan membawa keadilan cepat bagi korban dan memulihkan keamanan wilayah tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Anggota DPR PDIP: RUU Penyiaran Bisa Lindungi Korban di Dunia Digital

04 Jan 2026, 09:00 WIBNews