Merayakan Kelahiran Bayi Panda Taman Safari Bogor, Libatkan 3 Presiden

- Perjalanan bayi panda TSI melibatkan "tangan dingin" 3 Presiden Indonesia
- Hasil perjuangan teknologi reproduksi (ART) dan kolaborasi tenaga medis lokal dengan ahli internasional
- Satrio Wiratama sebagai simbol diplomasi kuat antara Indonesia dan Tiongkok, meski statusnya adalah "pinjaman" konservasi
Bogor, IDN Times - Taman Safari Bogor baru saja meresmikan kelahiran bayi Giant Panda pertama yang lahir di Tanah Air. Bayi panda ini bukan sekadar penghuni baru, tapi punya makna mendalam bagi diplomasi Indonesia dan Tiongkok.
Diberi nama Satrio Wiratama oleh Presiden Prabowo Subianto, bayi panda jantan yang akrab disapa "Rio" ini lahir pada 27 November 2025. Nama yang diberikan oleh Presiden Prabowo ternyata memiliki arti yang sangat gagah.
"Nama yang sangat istimewa dan sangat bermakna, yaitu Satrio Wiratama. Satrio berarti kesatria: pemberani, mulia, dan berbudi luhur," ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dalam acara peresmian di Taman Safari Bogor, Selasa (6/12/2025).
1. Melibatkan 'tangan dingin' 3 Presiden Indonesia

Proses kehadiran panda di Indonesia ternyata sangat panjang dan melintasi tiga era kepemimpinan nasional. Ini membuktikan komitmen berkelanjutan Indonesia dalam menjaga hubungan internasional dan konservasi satwa.
Menteri Kehutanan menjelaskan, inisiasi mendatangkan orang tua Rio dimulai sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Proses tersebut kemudian direalisasikan pada 2017 di masa Presiden Joko Widodo, hingga akhirnya bayi panda ini lahir di era Presiden Prabowo Subianto.
"Ini merupakan hal yang luar biasa, karena tiga Presiden menyaksikan dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan panda di Indonesia," tambah Raja Juli.
2. Hasil perjuangan teknologi reproduksi (ART)

Kelahiran Rio tidak terjadi begitu saja. Tim medis harus melalui empat kali upaya kehamilan normal yang belum membuahkan hasil, hingga akhirnya memutuskan menggunakan bantuan Assisted Reproductive Technology (ART).
Kesuksesan ini juga menjadi bukti kualitas tenaga medis lokal yang berkolaborasi dengan ahli internasional. Meski mendapat supervisi dari Tiongkok dan penasihat internasional (Jerman hingga AS), peran dokter hewan dari Indonesia dan IPB tetap menjadi garda terdepan.
"Perawatan sehari-hari dilakukan oleh dokter dan tim medis dari Indonesia. Kami hanya meminta bantuan langsung dari dokter Tiongkok pada momen-momen tertentu sebagai bagian dari transfer pengetahuan," jelas CEO Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang.
3. Simbol diplomasi kuat antara Indonesia dan Tiongkok

Jansen menjelaskan, Panda dikenal sebagai instrumen "Diplomasi Panda" oleh Tiongkok. Kelahiran Rio mempertegas hubungan harmonis antara Jakarta dan Beijing. Namun, perlu diketahui bahwa status panda ini adalah "pinjaman" konservasi. Sesuai perjanjian, panda yang lahir di luar negeri nantinya akan kembali ke Tiongkok.
"Dalam perjanjian kerja sama, terdapat ketentuan bahwa panda—termasuk yang lahir di Indonesia—akan dikembalikan ke Tiongkok setelah masa kerja sama berakhir. Saat ini masa kerja samanya 10 tahun dan tentu dapat diperpanjang," pungkas Jansen.
Menurut dia, kelahiran Satrio Wiratama menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjalankan standar konservasi satwa kelas dunia.

















