Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Maduro Tunjuk Pengacara Julian Assange untuk Lawan Dakwaan AS

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores (President.az, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Pollack menilai Maduro punya kekebalan sebagai kepala negara
  • Maduro dan istrinya terjerat 4 dakwaan
  • Rekam jejak Pollack dalam kasus besar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolas Maduro, menunjuk Barry Pollack sebagai pengacara utamanya untuk menghadapi persidangan di Amerika Serikat (AS). Pollack dikenal sebagai pengacara yang sukses menegosiasikan kebebasan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dalam kasus spionase tingkat tinggi.

Penunjukan ini menandai langkah serius Maduro dalam melawan dakwaan narko-terorisme di pengadilan federal Manhattan. Pollack mengklaim kliennya memiliki kekebalan hukum sebagai kepala negara berdaulat.

1. Pollack menilai Maduro punya kekebalan sebagai kepala negara

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dalam sidang pembacaan dakwaan pada Senin (5/1/2026), Pollack langsung menegaskan bahwa penangkapan Maduro adalah tindakan ilegal. Ia menyebut operasi militer AS di Caracas sebagai penculikan militer yang melanggar hukum internasional.

Strategi pembelaan Pollack berpusat pada status Maduro sebagai kepala negara yang sah saat penangkapan terjadi. Tim pembela berencana mengajukan mosi rumit untuk menantang dasar hukum penangkapan dan yurisdiksi pengadilan AS terhadap pemimpin asing.

"Tuan Maduro adalah kepala negara yang berdaulat dan dia berhak atas hak istimewa serta kekebalan yang menyertai jabatan itu. Selain itu, ada masalah tentang legalitas penculikan militer ini," tegas Pollack di hadapan hakim, dilansir Business Insider.

Maduro hadir di persidangan mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan biru dengan kaki dibelenggu. Ia terlihat mencatat jalannya sidang di sebuah buku catatan hukum selama proses berlangsung.

Hakim Alvin Hellerstein memimpin jalannya sidang yang berlangsung singkat dan penuh ketegangan tersebut. Pihak pembela belum mengajukan permohonan jaminan, tetapi mengisyaratkan akan ada pertarungan hukum panjang mengenai legalitas penangkapan ini.

2. Maduro dan istrinya terjerat 4 dakwaan

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores ( Eneas De Troya from Mexico City, México, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Jaksa penuntut AS mendakwa Maduro dengan empat tuduhan berat, termasuk konspirasi narko-terorisme dan penyelundupan kokain. Jika terbukti bersalah, pemimpin berusia 63 tahun itu menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Istri Maduro, Cilia Flores, yang turut ditangkap dalam serangan tersebut, juga menghadapi dakwaan serupa di pengadilan yang sama. Flores diwakili oleh Mark Donnelly, seorang pengacara asal Texas yang merupakan mantan jaksa federal.

Pemerintah AS menuduh Maduro memimpin kartel narkoba "Cartel of the Suns" dan bekerja sama dengan gerilyawan Kolombia untuk membanjiri AS dengan kokain. Dakwaan ini sebenarnya telah diajukan sejak 2020.

Maduro telah membantah semua tuduhan dan menyatakan dirinya sebagai tahanan perang yang diperlakukan tidak adil. Ia sempat memprotes penangkapannya di tengah ruang sidang.

"Saya tidak bersalah, saya bukan orang jahat, saya orang yang baik. Saya masih presiden negara saya," seru Maduro dalam bahasa Spanyol, dilansir The Guardian.

3. Rekam jejak Pollack dalam kasus besar

Menurut Straits Times, Barry Pollack memiliki reputasi panjang dalam menangani kasus-kasus rumit yang melibatkan keamanan nasional dan melawan pemerintah federal AS. Salah satu prestasi terbesarnya adalah mengamankan kesepakatan pembebasan Julian Assange pada 2024 setelah pertarungan hukum selama bertahun-tahun.

Selain kasus WikiLeaks, Pollack pernah memenangkan pembebasan bagi mantan eksekutif Enron, Michael Krautz, yang dituduh melakukan penipuan. Ia juga berhasil membatalkan hukuman Martin Tankleff, seorang pria yang dipenjara secara keliru selama 17 tahun atas tuduhan pembunuhan.

Pengalaman Pollack juga pernah membela mantan perwira CIA yang dituduh membocorkan informasi rahasia. Latar belakang ini dianggap krusial mengingat kasus Maduro melibatkan tuduhan konspirasi internasional dan operasi militer lintas negara.

"Amerika Serikat memiliki pandangan luar biasa tentang batas yurisdiksinya. Seseorang yang bukan warga negara AS (Assange), menerbitkan informasi di luar AS, tapi AS merasa berhak menangkapnya," ujar Pollack dalam wawancara terkait kasus Assange.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More

Kemenhut Bantah Digeledah Kejagung: Pencocokan Data Hutan Lindung

07 Jan 2026, 23:40 WIBNews