Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menhan Venezuela: Paspampres Maduro Tewas dalam Serangan Militer AS

Vladimir Padrino Lopez, Venezuela
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez. (www.instagram.com/@padrinovladimir)
Intinya sih...
  • Militer Venezuela dukung Wakil Presiden Delcy Rodriguez.
  • AS bisa tangkap Maduro dengan bantuan sumber dari internal Pemerintah Venezuela.
  • Militer AS kerahkan lebih dari 150 pesawat untuk operasi penangkapan Maduro.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez mengatakan tim paspampres Nicholas Maduro tewas dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026). Namun, ia tidak memberikan informasi mengenai jumlah anggota tim keamanan Maduro yang tewas di komplek militer itu. Lopez juga menolak penculikan keji terhadap Maduro yang dilakukan oleh militer Negeri Paman Sam.

"Angkatan bersenjata Republik Bolivariana Venezuela dengan tegas menolak penculikan keji terhadap Presiden konstitusional Republik Bolivariana Venezuela, Panglima tertinggi kami dan Ibu Negara, Cilia Flores de Maduro, sebuah peristiwa yang dilakukan pada Sabtu, 3 Januari kemarin setelah sebelumnya membunuh secara kejam dan berdarah dingin sebagian besar tim pengamanan mereka, para prajurit dan warga sipil yang tak bersalah," ujar Lopez ketika memberikan pernyataan lewat televisi pada Minggu (4/1/2025).

Pernyataan yang ia bacakan itu kemudian diunggah di akun media sosialnya tak lama setelah jumpa pers. Keterangan dari Lopez juga untuk merespons banyak tanda tanya publik mengenai kemampuan militer Venezuela dalam upaya mencegah Maduro dan istrinya diculik oleh pasukan Delta Negeri Paman Sam.

Lopez pun meminta agar Maduro dan istrinya bisa cepat dibebaskan. Sementara, keduanya akan muncul kali pertama di Pengadilan Federal Manhattan pada Senin siang waktu setempat dengan tuduhan terlibat dalam peredaran narkotika dan senjata.

"Kami menuntut dunia dengan cermat memperhatikan apa yang terjadi di Venezuela. Itu semua melanggar kedaulatan dan konstitusi kami," katanya.

1. Militer Venezuela dukung Wakil Presiden Delcy Rodriguez

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez
Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez (Presidencia El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons)

Lebih lanjut, kata Lopez, pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez yang ditunjuk oleh Mahkamah Agung (MA) sebagai presiden sementara. "Kami mendukung penuh dekrit eksternal keadaan negara darurat," ujar Lopez.

Ia juga menegaskan akan menjamin keberlangsungan pemerintah, negara dan institusi di Venezuela. "Kami akan terus mengerahkan seluruh kemampuan yang tersedia untuk pertahanan militer, pemeliharaan ketertiban internal dan memastikan perdamaian," tutur dia.

Lantaran hal itu, militer Venezuela mengaktifkan secara menyeluruh kekuatan sempurna antara rakyat, militer dan kepolisian. "Kami memberlakukan kesiapsiagaan operasinal penuh dalam misi menghadapi agresi impersialis demi menjamin kedaulatan bangsa,"imbuhnya.

2. AS bisa tangkap Maduro dengan bantuan sumber dari internal Pemerintah Venezuela

Donald Trump
Presiden Donald Trump ketika memantau jalannya operasi penangkapan Presiden Nicholas Maduro di Venezuela. (Dokumentasi Truth Social)

Sementara, stasiun berita BBC melaporkan operasi penangkapan Presiden Nicholas Maduro yang diberi nama 'Operations Absolute Resolve' itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Pihak Negeri Pam Sam sudah menyiapkannya selama berbulan-bulan. Mata-mata AS telah memantau setiap pergerakan Maduro.

Jumlah individu yang terlibat dalam operasi intelijen itu sangat kecil. Termasuk di dalamnya seorang sumber di dalam pemerintahan Venezuela sendiri. Intelijen AS sudah memantau selama berbulan-bulan apa yang dikonsumsi oleh pria berusia 63 tahun itu, kapan waktunya tidur, pakaian apa yang dipakai, termasuk jenis hewan peliharaannya.

Tahap akhir operasi penangkapan Maduro itu dilakukan pada awal Desember. Tim intelijen dan militer AS bahkan berlatih di dalam replika yang menyerupai komplek militer tempat Maduro tinggal. Trump pun mengakui operasi itu tidak disampaikan ke kongres. Alasannya, mereka ingin operasi ini menjadi sebuah kejutan yang tidak diantispasi sebelumnya.

3. Militer AS kerahkan lebih dari 150 pesawat untuk operasi penangkapan Maduro

Presiden Venezuela, Nicholas Maduro saat menyatakan akan membuka kembali sekolah pada 5 Oktober. twitter.com/NicolasMaduro
Presiden Venezuela, Nicholas Maduro saat menyatakan akan membuka kembali sekolah pada 5 Oktober. twitter.com/NicolasMaduro

Sementara, laman New York Post, melaporkan militer AS mengerahkan lebih dari 150 pesawat dalam operasi penangkapan Maduro pada Sabtu dini hari. Trump mengatakan pasukan Delta berhasil mencegah Maduro masuk ke dalam tempat persembunyian yang terbuat dari baja.

"Dia coba masuk ke dalam tempat persembunyian. Tempat persembunyian itu terbuat dari baja. Dia tidak berhasil masuk ke sana karena pasukan kami bergerak lebih cepat," kata Trump.

Politisi dari Partai Republik itu memantau jalannya operasi bukan dari Gedung Putih melainkan di kediaman mewahnya di Florida.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Kolombia Terjunkan 30 Ribu Tentara ke Perbatasan Venezuela

06 Jan 2026, 08:10 WIBNews