Manila, IDN Times - Pemerintah Filipina menegaskan ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Mulai dari krisis di Myanmar, konflik di perbatasan Thailand-Kamboja, perkembangan situasi di Timur Tengah, hingga negosiasi Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan disebut menjadi tantangan yang menguji ketahanan kawasan.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro mengatakan kawasan saat ini menghadapi salah satu lingkungan strategis paling menantang dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, berbagai krisis tersebut bukan lagi isu yang bersifat abstrak, melainkan telah berdampak langsung terhadap masyarakat di Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Lazaro saat membuka ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila, Filipina, Rabu (29/7/2026).
“Krisis di Myanmar, ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja, perkembangan di Timur Tengah, serta upaya berkelanjutan kita untuk menyelesaikan Code of Conduct yang efektif dan substantif di Laut China Selatan, semuanya berlangsung di tengah lanskap geopolitik yang berkembang sangat cepat,” ujar Lazaro.
