Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Militer Sudan Serang Milisi RSF di Blue Nile, Kendaraan Tempur Hancur

3 min read
Militer Sudan Serang Milisi RSF di Blue Nile, Kendaraan Tempur Hancur
bendera Sudan (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via WIkimedia Commons)
  • Militer Sudan menyerang RSF di Al-Keili, Blue Nile, berdasarkan intelijen; Kementerian Pertahanan mengklaim sembilan kendaraan tempur hancur, sementara Divisi Keempat menyebut lebih dari 16.
  • Divisi Keempat juga mengklaim menyita dua kendaraan tempur dan menjatuhkan dua drone RSF. RSF belum menanggapi klaim tersebut, di tengah serangan drone dan perebutan wilayah Blue Nile.
  • Konflik Sudan meluas di Blue Nile, Darfur, dan tiga negara bagian Kordofan sejak perang pecah pada April 2023, menewaskan puluhan ribu orang dan mengungsikan sekitar 13 juta penduduk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Militer Sudan melancarkan serangan pencegahan terhadap milisi Rapid Support Forces (RSF) di wilayah selatan Al-Keili, tenggara Negara Bagian Blue Nile, Jumat (18/9/2026). Operasi gabungan bersama pasukan sekutu ini dijalankan berdasarkan informasi intelijen yang presisi guna menyasar konsentrasi pasukan lawan di kawasan tersebut.

Aksi militer terencana tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah petempur RSF serta melumpuhkan secara total kemampuan tempur utama kelompok milisi tersebut di kawasan Al-Keili. Kementerian Pertahanan Sudan mengonfirmasi bahwa operasi kilat ini memicu kerugian personel dan material yang signifikan bagi milisi bersenjata tersebut.

Operasi di Al-Keili ini terjadi sehari setelah militer mengklaim berhasil menguasai sebelas area di Negara Bagian Kordofan Utara usai bentrokan senjata.

  1. 1. Perbedaan laporan jumlah kendaraan tempur yang dihancurkan

    ilustrasi kendaraan militer
    ilustrasi kendaraan militer (unsplash.com/David Goldman)

    Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Sudan yang dikutip TRT World, militer menghancurkan sembilan kendaraan tempur beserta seluruh perlengkapannya dalam serangan tersebut. Pasukan bersenjata bersama sekutu juga mengeliminasi sejumlah tentara bayaran dari pihak milisi bersenjata. "Operasi cepat tersebut menimbulkan kerugian besar pada musuh, termasuk kehancuran sembilan kendaraan tempur beserta seluruh peralatannya dan eliminasi sejumlah tentara bayaran milisi Rapid Support Forces," kata Kementerian Pertahanan Sudan.

    Sementara itu, media lokal Sudan Horizon mencatat keterangan berbeda dari kantor media Divisi Keempat Infanteri militer Sudan di Damazin. Pasukan tersebut menyatakan bahwa operasi kilat itu menghancurkan lebih dari 16 kendaraan tempur beserta perlengkapan lengkapnya. Selain itu, militer juga menyita dua kendaraan tempur dalam kondisi baik serta menembak jatuh dua drone Matrice milik lawan.

    Hingga laporan ini dipublikasikan, belum ada komentar atau tanggapan resmi dari pihak RSF mengenai klaim serangan maupun kerugian tersebut. Kantor media militer menegaskan bahwa pukulan telak ini meruntuhkan daya tempur lawan sekaligus mengacaukan kemampuan lapangan milisi di wilayah Al-Keili.

  2. 2. Rentetan serangan drone dan perebutan wilayah

    ilustrasi drone militer
    ilustrasi drone militer (Beograd007, CC0, via Wikimedia Commons)

    Operasi militer di Al-Keili berlangsung di tengah eskalasi konflik yang terus berkecamuk di kawasan Negara Bagian Blue Nile. Pada Selasa sebelumnya, kelompok RSF melancarkan serangan drone ke arah Damazin yang merupakan ibu kota negara bagian tersebut. Pihak angkatan bersenjata Sudan pada hari Minggu sebelumnya juga menyatakan berhasil menembak jatuh sebuah drone milik RSF di kawasan Balanq.

    Militer Sudan turut mengumumkan telah mengambil alih kendali atas kawasan strategis Jabal Kadam di Blue Nile. Pasukan pemerintah berhasil memukul mundur serangan gabungan yang dilancarkan oleh RSF bersama sekutunya, Sudan People’s Liberation Movement-North (SPLM-N).

  3. 3. Dampak perang berkepanjangan dan konsolidasi militer Sudan

    Prajurit angkatan bersenjata Sudan
    Prajurit angkatan bersenjata Sudan (Unknown author, CC0, via Wikimedia Commons)

    Upaya memperkuat pertahanan di Blue Nile berlangsung menyusul kunjungan Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Abdel Fattah al Burhan ke Damazin pada Rabu (2/9/2026). Kunjungan tersebut ditujukan untuk memeriksa kesiapan tempur Divisi Keempat Infanteri Angkatan Darat Sudan. Kunjungan tersebut menyusul kedatangan Pasukan Gabungan dari gerakan bersenjata sekutu militer serta brigade elite dari Badan Intelijen Umum guna memperkuat operasi militer.

    Pertempuran antara militer Sudan dan milisi RSF saat ini tidak hanya terpusat di Blue Nile dan Darfur, tetapi juga meluas ke tiga negara bagian Kordofan sejak 25 Oktober tahun lalu. Perang saudara yang meletus sejak April 2023 tersebut terus memperburuk krisis kemanusiaan di Sudan. Berdasarkan perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan data internasional, konflik bersenjata ini telah menewaskan puluhan ribu orang serta menyebabkan sekitar 13 juta orang terpaksa mengungsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More