Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Misi Pegase 2026: Indonesia Mitra Strategis Prancis di Indo-Pasifik

3 min read
Misi Pegase 2026: Indonesia Mitra Strategis Prancis di Indo-Pasifik
Pesawat Airbus A400M milik Angkatan Udara Prancis sedang parkir di Skuadron Halim dalam Misi Pegase 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Prancis menilai Indonesia memiliki posisi penting dalam kerja sama keamanan dan pertahanan di Indo-Pasifik.

  • Misi Pegase 2026 membawa armada udara Prancis ke Jakarta untuk latihan bersama dan memperkuat hubungan kedua angkatan udara.

  • Rute Pegase 2026 melintasi sejumlah kawasan agar personel menghadapi lingkungan operasi yang berbeda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling menonjol dari Pegase 2026 di Indonesia?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Prancis menilai Indonesia memiliki posisi penting dalam kerja sama keamanan dan pertahanan di kawasan Indo-Pasifik. Hal itu disampaikan Komandan Misi Pegase 2026, Mayor Jenderal Julien Sabene, saat menjelaskan kehadiran armada udara Prancis di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sabene mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari misi Pegase 2026 yang membawa sejumlah pesawat Prancis ke Indonesia. Selain menjalankan latihan bersama, kehadiran mereka juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara Angkatan Udara Prancis dan Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih kepada otoritas Angkatan Udara Indonesia atas sambutan luar biasa yang kami terima di sini,” kata Sabene.

  1. 1. Prancis punya kepentingan di kawasan Indo-Pasifik

    Komandan Misi Pegase 2026, Mayor Jenderal Julien Sabene.
    Komandan Misi Pegase 2026, Mayor Jenderal Julien Sabene. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Menurut Sabene, Prancis memiliki kepentingan langsung di kawasan Indo-Pasifik. Dia menyebut sekitar dua juta warga negara Prancis berada di kawasan tersebut sehingga negaranya perlu memiliki kemampuan untuk menjangkau wilayah Indo-Pasifik.

    “Kami harus berada di sana untuk melindungi mereka jika diperlukan. Kami harus mampu menjangkau Indo-Pasifik sebagai aktor global, dan untuk melakukan itu kami mengandalkan bantuan dari teman-teman kami,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

    Sabene mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang penting bagi Prancis dalam konteks tersebut. Posisi geografis dan pengalaman Indonesia dalam mengelola wilayah kepulauan dinilai memberikan pengetahuan yang relevan bagi personel Prancis.

    “Negara Anda adalah negara yang besar. Lebih besar daripada satu negara Eropa. Ini seperti sebuah benua. Anda memiliki, kalau saya memahami dengan benar, 17 ribu pulau. Jadi, Anda juga memiliki keahlian di kawasan Indo-Pasifik yang ingin kami pelajari,” kata Sabene.

  2. 2. Indonesia dan Prancis tukar pengalaman lewat Pegase 2026

    Pesawat Airbus A400M milik Angkatan Udara Prancis sedang parkir di Skuadron Halim dalam Misi Pegase 2026.
    Pesawat Airbus A400M milik Angkatan Udara Prancis sedang parkir di Skuadron Halim dalam Misi Pegase 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Kerja sama Pegase 2026 juga menjadi ruang bagi kedua angkatan udara untuk bertukar pengalaman operasional. Prancis dan Indonesia kini sama-sama mengoperasikan pesawat tempur Rafale dan pesawat angkut A400M.

    “Kami memang sudah memiliki A400M dan Rafale lebih lama dibandingkan Anda, tetapi kami bersedia bertukar praktik terbaik sehingga kami bisa belajar satu sama lain,” ujar Sabene.

    Menurut dia, pengalaman beroperasi langsung di Indonesia memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan latihan menggunakan simulator. Kondisi tropis, suhu tinggi, serta karakter geografis Indonesia menjadi bagian dari pengalaman yang perlu dihadapi langsung oleh para personel.

    “Merasa suhu 36 derajat, saya tidak bisa melakukan itu di simulator. Persahabatan juga tidak bisa saya lakukan di simulator,” kata dia.

  3. 3. Pegase sudah lima kali singgah di Indonesia

    Penampakan pesawat Rafale milik TNI AU.
    Penampakan pesawat Rafale milik TNI AU. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam rute Pegase 2026. Sabene menyebut misi tersebut telah lima kali singgah di Indonesia, meski bagi dirinya kunjungan kali ini merupakan pengalaman pertama.

    Rangkaian Pegase 2026 dimulai dari Prancis pada 8 September. Sebelum tiba di Indonesia, rombongan telah melakukan perjalanan melalui Alaska dan Jepang. Setelah Indonesia, misi tersebut akan berlanjut ke India, Qatar, La Réunion, dan Mesir sebelum kembali ke Prancis pada 15 Oktober.

    Sabene mengatakan rangkaian perjalanan selama sekitar 40 hari tersebut dirancang agar para personel mendapatkan pengalaman menghadapi berbagai lingkungan operasi. Mulai dari kondisi Arktik yang sangat dingin, kawasan tropis di Indo-Pasifik, hingga lingkungan gurun di Timur Tengah dan Mesir.

    “Ketika kami kembali, kami akan menjadi pilot yang lebih baik, kru udara yang lebih baik, karena kami telah terbang bersama di lingkungan yang berbeda, menemukan budaya baru, dan cara baru dalam menjalankan pekerjaan,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More