Jakarta, IDN Times - Presiden Lebanon, Joseph Aoun, pada Rabu (17/6/2026), mengatakan bahwa perundingan negaranya dengan Israel di Washington tidak terkait dengan kesepakatan yang baru-baru ini dicapai untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Sejak April 2026, Lebanon dan Israel telah menggelar perundingan langsung di Washington guna mengakhiri konflik antara Tel Aviv dan kelompok Hizbullah yang kembali meletus pada Maret. Namun, pengumuman kesepakatan AS-Iran pada Senin (15/6/2026), yang disebut juga mencakup Lebanon, telah mengubah dinamika perundingan tersebut.
“Jaminan yang kami terima, dan yang terus kami tekankan, adalah bahwa jalur Lebanon dalam perundingan ini bersifat independen. Meski demikian, kami tentu mendukung gencatan senjata dan menghargai bantuan dari negara mana pun, termasuk Iran,” kata Aoun dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya, dikutip The New Arab.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menolak campur tangan pihak asing dalam urusan dalam negeri.
