"Amerika Serikat dan Republik Islam Iran serta sekutunya dalam perang saat ini, dengan menandatangani MoU ini, menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon, dan berjanji mulai sekarang untuk tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain, dan menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap satu sama lain dan memastikan integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon. Kesepakatan akhir akan mengkonfirmasi penghentian perang secara permanen di semua lini, termasuk di Lebanon dan ketentuan lain dalam paragraf ini," demikian bunyi poin pertama yang tercantum dalam dokumen.
Presiden Iran Unggah Dokumen Kesepakatan Damai Iran-AS, Ini Poinnya

- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunggah dokumen MoU damai Iran-AS yang ditandatangani bersama Donald Trump dan perwakilan Pakistan sebagai mediator.
- Kesepakatan mencakup penghentian permanen operasi militer, penghormatan kedaulatan, serta penyelesaian negosiasi menuju perjanjian final dalam 60 hari.
- AS akan mencabut blokade laut dan sanksi terhadap Iran, sementara Iran berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir serta membuka jalur aman pelayaran di Teluk Persia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunggah dokumen lengkap Memorandum of Understanding (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat di akun X pribadinya. Dokumen yang diberi judul "Islamabad Memorandum of Understanding Between the Islamic Republic of Iran and the United States of America" itu diklaim telah ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, Pezeshkian, serta perwakilan Pemerintah Pakistan sebagai mediator.
Dokumen ini adalah perjanjian damai antara Amerika Sekitar dan Iran. Dalam dokumen tersebut, Iran dan Amerika Serikat menyatakan sepakat untuk mengakhiri konflik dan menghentikan operasi militer terhadap satu sama lain.
1. Komitmen hormati kedaulatan

MoU itu juga memuat komitmen kedua negara untuk menghormati kedaulatan masing-masing dan tidak mencampuri urusan dalam negeri pihak lain.
Selain itu, Iran dan AS sepakat menuntaskan negosiasi menuju perjanjian final dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.
2. Amerika bakal cabut blokade laut

Di sektor keamanan dan maritim, Amerika Serikat disebut akan mulai mencabut blokade laut terhadap Iran dan menarik pasukannya dari wilayah sekitar Iran dalam tenggat yang telah ditentukan. Sebagai imbalannya, Iran akan memfasilitasi jalur aman bagi kapal-kapal komersial di kawasan Teluk Persia hingga Laut Oman serta memulai kembali arus pelayaran secara bertahap.
Dokumen tersebut juga memuat komitmen ekonomi bernilai besar. Amerika Serikat bersama mitra regional disebut akan menyusun rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran dengan nilai sedikitnya 300 miliar dolar AS. Mekanisme pelaksanaannya bakal dirampungkan sebagai bagian dari kesepakatan final.
3. AS disebut akan hapus berbagai bentuk sanksi terhadap Iran

Selain itu, AS disebut akan hapus berbagai bentuk sanksi terhadap Iran, termasuk membuka kembali akses terhadap aset-aset Iran yang selama ini dibekukan. Di sisi lain, Iran menegaskan tak akan mengembangkan senjata nuklir dan sepakat melanjutkan pembahasan mengenai program nuklirnya melalui mekanisme yang disetujui kedua pihak.
Berdasarkan halaman tanda tangan yang diunggah, dokumen tersebut ditandatangani oleh Masoud Pezeshkian atas nama Pemerintah Iran, Donald Trump atas nama Pemerintah Amerika Serikat, serta seorang perwakilan Pemerintah Pakistan sebagai mediator. Total ada 14 point kepekatan yang mereka setujui.
















