Jakarta, IDN Times - Warga pesisir Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat kembali beraktivitas di laut setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu (15/8/2026).
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Dr. Daryono mengatakan berakhirnya peringatan dini tersebut menjadi kabar yang menenangkan bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas di laut dan pantai.
Dengan berakhirnya peringatan tsunami, nelayan dan warga pesisir dipersilakan kembali melakukan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi kebencanaan terbaru dari BMKG dan otoritas setempat.
