Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nelayan dan Warga Pesisir di NTT Boleh Kembali Melaut
Suasana visual keadaan udara rumah-rumah yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi BNPB)
  • BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami bagi warga pesisir Kabupaten Ngada pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Nelayan dan warga yang bergantung pada laut dipersilakan kembali beraktivitas setelah situasi dinyatakan kondusif dari ancaman tsunami.
  • Warga yang kembali ke rumah diminta memastikan bangunan layak, kokoh, dan tidak mengalami kerusakan struktural.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setujukah warga kembali beraktivitas setelah peringatan berakhir?
Vote Now
Sabtu (15/8/2026)

BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami. Ancaman tsunami dinyatakan resmi berakhir dan warga pesisir dapat kembali beraktivitas.

Senin (31/8/2026)

Daryono menyampaikan keterangan mengenai berakhirnya peringatan dini tsunami dan imbauan bagi warga pesisir Ngada.

kini

Nelayan dan warga pesisir dipersilakan kembali beraktivitas. Warga tetap diminta mengikuti informasi kebencanaan terbaru dari BMKG dan otoritas setempat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setujukah warga kembali beraktivitas setelah peringatan berakhir?
Vote Now
  • What?
    BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami, sehingga warga pesisir dapat kembali beraktivitas di laut dan pantai.
  • Who?
    Warga pesisir Kabupaten Ngada, nelayan Flores, BMKG, dan Dr. Daryono dari IABI.
  • Where?
    Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Peringatan dini tsunami diakhiri pada Sabtu (15/8/2026). Daryono menyampaikan keterangannya pada Senin (31/8/2026).
  • Why?
    Ancaman tsunami telah resmi berakhir seiring keputusan BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami.
  • How?
    Nelayan dapat kembali melaut, sedangkan warga yang pulang perlu memastikan rumah aman dan mengikuti informasi resmi BMKG serta pemerintah daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setujukah warga kembali beraktivitas setelah peringatan berakhir?
Vote Now

BMKG menghentikan peringatan tsunami di Ngada, Flores. Pak Daryono bilang nelayan dan warga pesisir boleh kembali ke laut dan pantai. Warga yang di pengungsian boleh pulang jika rumahnya aman. Rumah yang retak, rekah, atau miring harus diperiksa dulu. Semua orang tetap melihat informasi terbaru dari BMKG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setujukah warga kembali beraktivitas setelah peringatan berakhir?
Vote Now

Berakhirnya peringatan dini tsunami memberi ruang bagi nelayan dan warga pesisir untuk kembali menjalankan aktivitas serta penghasilan dari laut. Warga yang sempat meninggalkan pesisir juga dapat mempertimbangkan pulang apabila rumahnya layak huni. Proses kembali beraktivitas tetap disertai perhatian pada kondisi bangunan dan informasi resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setujukah warga kembali beraktivitas setelah peringatan berakhir?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Warga pesisir Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat kembali beraktivitas di laut setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu (15/8/2026).

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Dr. Daryono mengatakan berakhirnya peringatan dini tersebut menjadi kabar yang menenangkan bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas di laut dan pantai.

Dengan berakhirnya peringatan tsunami, nelayan dan warga pesisir dipersilakan kembali melakukan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi kebencanaan terbaru dari BMKG dan otoritas setempat.

1. Peringatan dini tsunami berakhir

Daryono menyampaikan, keputusan BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu (15/8/2026) menandai berakhirnya ancaman tsunami yang sebelumnya membuat masyarakat pesisir harus meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, kondisi tersebut memungkinkan warga yang sehari-hari bekerja di laut untuk kembali melaut dan menjalankan aktivitas di kawasan pantai.

“Ancaman tsunami telah resmi berakhir seiring dengan keputusan BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada hari Sabtu 15 Agustus 2026,” kata Daryono dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Dia meminta masyarakat pesisir Ngada tidak lagi merasa cemas untuk kembali menjalankan aktivitas setelah peringatan dini tersebut dihentikan. Namun, kewaspadaan terhadap potensi bahaya lain tetap diperlukan.

2. Nelayan Flores dipersilakan kembali melaut

Daryono secara khusus menyampaikan, nelayan dan warga yang menggantungkan penghasilan dari laut dapat kembali beraktivitas. Menurutnya, masyarakat perlu kembali menjalankan roda kehidupan setelah situasi dinyatakan kondusif dari ancaman tsunami.

“Perairan laut kita yang indah kini telah kembali tenang dan aman, sehingga Bapak dan Ibu yang mengandalkan rezeki di pantai dan laut dipersilakan kembali beraktivitas dan melaut untuk keluarga tercinta tanpa perlu merasa cemas lagi,” ujarnya.

Selain nelayan, warga yang sebelumnya meninggalkan kawasan pesisir juga dapat mempertimbangkan untuk kembali ke rumah. Daryono mengingatkan agar kondisi bangunan terlebih dahulu dipastikan aman sebelum ditempati.

Warga diminta tidak langsung memasuki rumah apabila bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan atau bencana sebelumnya. Kondisi seperti retakan, rekahan, maupun bangunan yang miring perlu diperiksa terlebih dahulu.

3. Warga di pengungsian diimbau kembali ke tempat tinggal mereka jika masih layak huni

Daryono juga mengimbau warga yang masih bertahan di perbukitan atau lokasi pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing apabila kondisi tempat tinggal mereka dinyatakan layak dan aman.

“Bagi sanak saudara kami yang saat ini masih bertahan di perbukitan atau tempat pengungsian, kami memohon dengan tulus dan lembut untuk berkenan kembali ke rumah masing-masing,” kata Daryono.

Namun, imbauan tersebut disertai catatan bahwa rumah harus dalam kondisi kokoh. Warga diminta memastikan tidak ada kerusakan struktural sebelum kembali menempatinya.

“Selama tempat tinggal Bapak dan Ibu masih berdiri kokoh, tidak retak, rekah, atau miring, marilah kita kembali merajut kehangatan, kedamaian, dan kehidupan sehari-hari dengan tenang di kediaman kita sendiri,” ujarnya.

Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, masyarakat pesisir Flores diharapkan dapat kembali beraktivitas secara bertahap. Di sisi lain, warga tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah apabila terdapat perubahan kondisi kebencanaan.

Yuk, pilih pandanganmu

Setujukah warga kembali beraktivitas setelah peringatan berakhir?

See More
Setuju, jika kondisi aman
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Perlu menunggu informasi terbaru

Curated For You

Editorial Team

Related Article