Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Netanyahu: Israel Siap Kembali Berperang dengan Iran Kapan Saja

Netanyahu: Israel Siap Kembali Berperang dengan Iran Kapan Saja
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kesiapan negaranya untuk kembali berperang dengan Iran kapan saja, meski ada gencatan senjata yang disepakati Amerika Serikat dan Iran.
  • Netanyahu mengklaim Israel berhasil menghancurkan fasilitas rudal dan nuklir Iran, melumpuhkan jaringan IRGC, serta memperkuat kerja sama militer historis dengan Amerika Serikat di Timur Tengah.
  • Gencatan senjata AS-Iran tidak mencakup Lebanon; Israel tetap menyerang Hizbullah di Beirut, menewaskan ratusan warga sipil, sementara IRGC memperingatkan akan membalas jika agresi tak dihentikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa negaranya siap kembali berperang dengan Iran kapan pun diperlukan, meskipun adanya gencatan senjata yang telah disepakati oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Biar saya perjelas: Kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan, dan kami akan mencapainya – baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran baru,” kata Netanyahu dalam pidatonya di televisi pada Rabu (8/4/2026). Ia juga mengklaim bahwa Teheran kini lebih lemah dari sebelumnya.

1. Netanyahu balas kritikan oposisi terhadapnya

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2017 (U.S. Embassy Tel Aviv, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2017 (U.S. Embassy Tel Aviv, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Pada kesempatan itu, Netanyahu membalas kritik para pemimpin oposisi yang mengecamnya karena menyetujui gencatan senjata sebelum Israel mencapai tujuan-tujuan perangnya.

“Seperti yang Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama 2 pekan antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, dalam koordinasi penuh dengan Israel. Tidak, kami tidak terkejut pada saat-saat terakhir,” ujarnya.

Dilansir dari Euro News, Netanyahu telah menetapkan penghancuran, atau setidaknya pelemahan signifikan, terhadap program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang. Selain itu, ia juga menyerukan upaya untuk untuk melemahkan kemampuan rudal balistik negara tersebut, melemahkan atau bahkan menggulingkan rezim ulama, dan membatasi pengaruh regional Teheran dengan menargetkan jaringan kelompok sekutunya.

2. Israel klaim capai banyak keberhasilan dalam perang di Iran

serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran, dalam perang pada Juni 2025
serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran, dalam perang pada Juni 2025 (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dalam pidatonya tersebut, perdana menteri Israel itu juga menguraikan sejumlah klaim keberhasilan Israel dalam perang di Iran, termasuk penghancuran rudal beserta fasilitas produksinya, kerusakan besar pada program nuklir negara tersebut, serta pelumpuhan jaringan keuangan dan produksi senjata milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

“Kami telah memberikan pukulan telak terhadap aparat penindasan rezim. Kami telah menyingkirkan ribuan personelnya dan menunjukkan bahwa kami dapat menjangkau mereka di mana pun,” kata Netanyahu.

Selain itu, ia juga membanggakan kerja sama Israel dengan AS dalam perang melawan Iran, menyebutnya sebagai operasi bersejarah terbesar di Timur Tengah.

“Kemitraan seperti ini antara Israel dan Amerika Serikat dalam menghadapi musuh terbesar kami juga belum pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.

3. Israel dan Israel berdebat soal Lebanon

serangan Israel di Lebanon pada 2024
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Terkait Lebanon, Netanyahu mengatakan gencatan senjata AS dan Iran tidak mencakup negara itu, dan berjanji akan terus melanjutkan serangan terhadap Hizbullah. Namun, Iran bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut harus mencakup penghentian serangan terhadap Lebanon atau perang akan tetap berlanjut.

Pada Rabu, beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, militer Israel membombardir beberapa kawasan komersial dan pemukiman padat di pusat kota Beirut. Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur Hizbullah.

Dilansir dari Al Jazeera, IRGC memperingatkan bahwa mereka akan merespons serangan di Lebanon jika Israel tidak menghentikan agresinya.

“Kami mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat, yang melanggar perjanjian, dan kepada sekutu Zionisnya, algojonya: jika agresi terhadap Lebanon yang kami cintai tidak segera dihentikan, kami akan menjalankan kewajiban kami dan memberikan respons,” demikian pernyataan IRGC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More