ilustrasi bukti investigasi (unsplash.com/Markus Winkler)
Kendati demikian, hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Iran berencana membunuh Yair. Baik Netanyahu maupun Channel 14 juga tidak membeberkan informasi tersebut. Sebab, kedua hanya menyampaikan tuduhan saja tanpa bukti atau informasi intelijen yang jelas. Di sisi lain, sejumlah pihak menilai tuduhan Netanyahu soal rencana Iran membunuh putranya hanya akal-akalannya saja. Sebab, tuduhan itu dilontarkan untuk melegitimasi perjanjian antara Netanyahu dan Pemerintah Israel soal keamanan keluarganya.
Jadi, pada Juli lalu, Netanyahu mencapai kesepakatan dengan Shin Bet, badan keamanan dalam negeri dan kontra-intelijen Israel, untuk tetap memberikan pengamanan kepada dirinya dan keluarganya meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri. Oleh karena itu, Netanyahu melontarkan tuduhan tadi untuk meyakinkan publik bahwa ia dan keluarganya masih membutuhkan perlindungan negara meski nanti sudah tidak lagi bertugas. Apalagi, Netanyahu diprediksi akan kalah dalam pemilihan umum Israel yang akan dihelat Oktober mendatang.