Jakarta, IDN Times - Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melaporkan telah merebut kembali kota pelabuhan Mokha dari Houthi setelah pertempuran di sejumlah front pada Senin (5/10/2026). Militer Yaman menyebut sejumlah anggota Houthi tewas dan terluka, sementara beberapa lainnya ditangkap.
Pasukan Pemerintah Yaman Klaim Rebut Kembali Mokha dari Houthi

Take a Deeper Read
1. Pertempuran terjadi di sejumlah front Mokha
Sumber militer Yaman yang dikutip Al Jazeera mengatakan pertempuran berlangsung di beberapa front sekitar Mokha. Sumber tersebut menyebut sejumlah anggota Houthi tewas dan terluka dalam bentrokan.
Sejumlah anggota Houthi juga ditangkap, tetapi tidak disebutkan berapa jumlahnya. Kelompok Houthi sendiri diketahui merebut Mokha pada awal September 2026.
2. Houthi bantah kehilangan Mokha
Klaim pasukan pemerintah mengenai penguasaan Mokha belum dapat diverifikasi secara independen. Houthi membantah pasukan pemerintah telah merebut kota tersebut dan mengatakan bahwa sebagian besar pertempuran justru berlangsung di selatan Bab el-Mandeb.
Al Jazeera mengonfirmasi bahwa sebagian besar bentrokan pada Senin berlangsung di selatan Bab el-Mandeb. Akan tetapi, belum ada laporan bahwa pasukan pemerintah telah menguasai wilayah pegunungan di sekitar al-Wadea yang mengawasi kawasan Mokha, Dhubab, dan Bab el-Mandeb.
3. Pasukan pemerintah Yaman klaim kuasai Dhubab dan Bab el-Mandeb
Pada hari yang sama, pasukan pemerintah Yaman mengeklaim telah menguasai Distrik Dhubab dan sejumlah posisi strategis di sekitar Bab el-Mandeb. Juru bicara militer Letnan Kolonel Majid Abdullah al-Nuzayli mengatakan bahwa Brigade Raksasa Selatan dan pasukan Perisai Bangsa telah "berhasil menguasai Bab el-Mandeb".
Mengutip Anadolu Agency, pasukan pemerintah juga mengeklaim telah menguasai Bandara Dhubab dan memutus jalur yang menghubungkan Dhubab dengan Mokha. Ratusan anggota Houthi disebut terkepung di Dhubab dan diserukan untuk menyerahkan diri. Sebagian lainnya lantas melarikan diri melalui laut dengan perahu.
Operasi tersebut mendapat dukungan udara dari koalisi pimpinan Arab Saudi. Juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Maliki mengatakan bahwa 100 jet tempur memberikan dukungan kepada pasukan Yaman. Koalisi juga mengeklaim telah menghancurkan ratusan sasaran Houthi.
Al Jazeera menyatakan laporan mengenai perkembangan di medan perang belum dapat diverifikasi secara independen.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Pemerintah Yaman Umumkan Serangan Besar, Rebut Wilayah Houthi05 Oct 2026, 23:09 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- Militer Yaman Klaim Bunuh 700 Pasukan Houthi di Sejumlah Wilayah04 Oct 2026, 15:30 WIB
- Proyektil Houthi Hantam Sekolah di Arab Saudi, Tidak Ada Korban Jiwa04 Oct 2026, 09:11 WIB