Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Paus Leo Vatikan Desak Israel Setop Serangan di Gaza dan Tepi Barat
potret Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV (commons.wikimedia.org/Edgar Beltran)
  • Paus Leo XIV mendesak Israel menghentikan serangan di Gaza dan Tepi Barat, menyusul meningkatnya kekerasan yang kembali menewaskan banyak warga sipil Palestina.
  • Ia menyerukan solusi politik adil berbasis martabat dan hak setara, serta menolak tindakan militer dan keputusan sepihak yang melanggar status quo tempat suci.
  • Israel dilaporkan masih menyerang Gaza dan Tepi Barat; serangan di Gaza menewaskan pejabat lokal, sementara penjarahan pemukim di Nablus menewaskan empat warga Palestina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Leo XIV, mendesak Israel untuk menghentikan serangannya di wilayah Gaza dan Tepi Barat, Palestina. Desakan itu disampaikan dalam pidatonya pada acara Angelus mingguan yang dihelat pada Senin (27/7/2026). 

"Saya terus mengikuti dengan keprihatinan mendalam peristiwa kekerasan yang sedang berlangsung dan meningkat di Tanah Suci, di mana, dalam beberapa hari terakhir, banyak warga sipil di Gaza dan Tepi Barat sekali lagi menjadi korban," kata Paus Leo, seperti dilansir The New Arab

1. Paus Leo menyarankan solusi politik yang adil

Wali Kota Chicago, Brandon Johnson (kanan), sedang bertemu dengan Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV (kiri), di Vatikan pada Jumat (29/5/2026). (x.com/ChicagosMayor)

Dalam pidatonya, Paus Leo menyarankan solusi politik yang adil agar Israel menghentikan serangannya di Gaza dan Tepi Barat. Salah satu solusi politik yang disarankan Paus adalah penghormatan status quo di Masjid Al-Aqsa yang ada di Tepi Barat. Sebab, para pemukim Israel kerap mengganggu umat Muslim Palestina yang sedang beribadah di sana.

“Saya menyerukan solusi politik yang adil yang didasarkan pada martabat dan hak yang sama dari setiap manusia. Saya menolak terhadap tindakan militer lebih lanjut dan keputusan sepihak, terutama yang melanggar penghormatan dan status quo tempat-tempat suci setiap agama," lanjut Paus Leo.  

2. Pemukim Israel kerap melanggar status qua di Masjid Al-Aqsa

potret Masjid Al-Aqsa (pexels.com/Faheem Ahamad)

Sebagai informasi, status quo di Masjid Al-Aqsa juga dikenal dengan nama Al-Haram Al-Sharif. Status ini merujuk pada kesepakatan antara Israel dan Palestina untuk mengatur tata kelola, hak akses, dan hak beribadah di situs suci tersebut.

Dalam praktiknya, umat Muslim memiliki hak eksklusif untuk beribadah di seluruh area kompleks Masjid Al-Aqsa. Sementara itu, umat non-Muslim, termasuk Umat Yahudi dan Kristen, hanya diizinkan untuk mengunjungi kompleks tersebut sebagai turis pada jam-jam tertentu. Mereka juga dilarang keras untuk berdoa atau menggelar ritual keagamaan di dalam area masjid.

Sayangnya, umat Yahudi Israel kerap melanggar aturan dan status quo di Masjid Al-Aqsa. Sebab, mereka sudah berkali-kali menggelar ritual keagamaan di masjid tersebut.

3. Israel masih menyerang Gaza dan Tepi Barat hingga saat ini

potret tank milik pasukan militer Israel (IDF) (commons.wikimedia.org/IDF Spokesperson's Unit)

Hingga saat ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) masih melakukan serangan di Gaza dan Tepi Barat. Pada Sabtu (25/7/2026), misalnya, IDF menyerang Gaza hingga menewaskan seorang Kepala Polisi sekaligus Gubernur Gaza Utara, Abdel-Nasser al-Maqadma.

Sehari sebelumnya, yakni pada Jumat (24/7/2026), pemukim Israel melakukan penjarahan di rumah-rumah warga yang ada di Nablus, Tepi Barat. Dilansir Al Jazeera, aksi itu menewaskan empat orang warga Palestina yang tinggal di sana. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article