“Syukurlah. Setidaknya, ada memorandum (perdamaian) ini yang akan mereka tandatangani secara resmi pada hari Jumat. Masih akan ada beberapa poin yang perlu ditegaskan. Namun, selalu lebih baik melakukannya melalui dialog dan melalui negosiasi daripada kembali berperang,” ujar Paus dalam pernyataannya pada Selasa (16/6/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
Paus Leo Vatikan Sambut Kesepakatan Damai AS dan Iran

- Paus Leo XIV menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, menegaskan pentingnya dialog dan negosiasi dibandingkan melanjutkan perang yang merugikan kedua pihak.
- Kesepakatan damai AS-Iran tercapai pada 14 Juni 2026 setelah negosiasi panjang yang dimediasi Pakistan, dengan dukungan langsung dari Presiden AS Donald Trump melalui pernyataan resminya.
- Perjanjian damai berisi 14 poin mencakup penghentian perang di Lebanon dan Israel, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, serta komitmen Iran membatasi uranium dan menghentikan program senjata nuklir.
Jakarta, IDN Times - Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, menyambut baik kesepakatan damai yang sudah diraih Amerika Serikat dan Iran. Paus menyebut kesepakatan damai lebih baik daripada harus melanjutkan perang. Sebab, jika perang berlanjut, AS dan Iran sama-sama akan menerima kerugian.
1. Paus berharap kesepakatan damai AS dan Iran bertahan lama

Dalam pernyataannya, Paus juga berharap kesepakatan damai AS dan Iran akan bertahan lama. Paus tidak ingin AS dan Iran kembali berperang. Ia ingin kedua negara tersebut menyelesaikan masalah dengan jalan damai daripada harus menggelar perang yang tidak hanya berdampak pada kedua negara saja, tetapi juga pada seluruh negara di dunia.
“Saya berharap, memorandum (perdamaian) itu bisa menjadi solusi yang benar-benar ampuh untuk (mengakhiri) perang bahwa perang benar-benar telah berakhir dan kita dapat bergerak maju demi kebaikan semua. Menghilangkan senjata nuklir, ya, mengupayakan kebaikan semua orang, mencari cara untuk menyelesaikan masalah juga di tingkat ekonomi, dan sosial yang telah tercipta pada masa ini," lanjut Paus.
2. Kesepakatan damai AS dan Iran tercapai berkat mediasi Pakistan

Kesepakatan damai antara AS dan Iran sendiri resmi dicapai pada Minggu (14/6/2026) pekan lalu. Kesepakatan ini berhasil diraih usai kedua negara menjalani negosiasi alot yang dimediasi Pakistan sejak Mei lalu. Pada awal Juni, Iran sempat menghentikan negosiasi damai dengan AS. Keputusan ini dilakukan sebagai protes karena Israel terus menyerang Lebanon. Namun, Teheran akhirnya bersedia kembali melanjutkan negosiasi dengan Washington.
“Kesepakatan (damai) dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semuanya! Dengan ini, saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol. Bersamaan dengan itu, saya mengizinkan pencabutan segera blokade angkatan laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tulis Presiden AS, Donald Trump, dalam sebuah unggahan di Truth Social dikutip Al Jazeera.
3. Kesepakatan damai AS dan Iran terdiri dari 14 poin

Kesepakatan damai AS dan Iran sendiri terdiri 14 poin. Salah satunya adalah penghentian perang di semua pihak, termasuk Lebanon. Oleh karena itu, penghentian perang juga akan meliputi Israel dan Lebanon karena mereka sudah masuk dalam kesepakatan damai AS dan Iran.
Dalam kesepakatan tersebut, AS juga bersedia mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran dan menghentikan blokade terhadap semua pelabuhan yang mereka miliki. Dari sisi Iran, mereka bersedia membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, membatasi produksi uranium, dan menghentikan program pengembangan senjata nuklir.
Nota kesepahaman (MoU) mengenai kesepakatan damai AS dan Iran sendiri dikabarkan bakal ditandatangani di Resort Burgenstock, Swiss, pada Jumat (19/6/2026) pekan ini. Setelah ditandatangani, kesepakatan tersebut akan langsung berlaku efektif.



















