Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon dilaporkan sedang mengkaji rencana pengurangan atau pemindahan keberadaan pasukan militernya di kawasan Teluk Persia. Menurut laporan eksklusif The Washington Post pada Selasa (18/8/2026), langkah strategis ini muncul setelah serangan beruntun rudal dan drone Iran menimbulkan kerusakan parah pada pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Evaluasi yang dipimpin oleh kantor kebijakan Pentagon, Staf Gabungan, dan Komando Sentral AS (CENTCOM) ini mempertimbangkan pengalihan posisi pasukan lebih ke barat menuju Yordania, Israel, atau pesisir Laut Merah Arab Saudi. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai respons atas pembengkakan biaya perang serta tingginya kerentanan fasilitas militer AS dari gempuran balasan Iran.
