Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perang Mereda, AS Siap Pulangkan Diplomatnya ke Timur Tengah
Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C. (flickr.com/Tony Webster via commons.wikimedia.org/Tony Webster)
  • AS bersiap memulangkan diplomat yang sebelumnya dievakuasi saat perang dengan Iran, menyusul meredanya konflik dan berhentinya pertukaran serangan sejak akhir Juli.
  • Diplomat dijadwalkan kembali ke kedutaan di Israel, Lebanon, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Oman, Irak, dan Kuwait, dengan proses pemulangan kemungkinan dimulai pekan ini.
  • Kemlu AS tetap memantau keamanan misi diplomatik Timur Tengah; pemulangan staf tidak menutup kemungkinan Washington mengambil tindakan terhadap Iran di masa depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang bersiap untuk memulangkan diplomatnya ke negara-negara Timur Tengah. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh New York Times (NYT) berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS pada Selasa (25/8/2026).

Kemlu AS menjelaskan, pengembalian diplomat ke Timur Tengah ini dilakukan karena mereka menganggap situasi di kawasan tersebut sudah cukup kondusif. Sebab, perang antara AS dan Iran kini sudah mereda. Washington dan Teheran sudah tidak saling bertukar serangan sejak akhir Juli lalu. 

1. AS sempat mengevakuasi para diplomatnya saat mulai perang dengan Iran

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Para diplomat yang akan dipulangkan ke Timur Tengah tadi merupakan diplomat yang sempat dievakuasi AS saat mereka memulai perang dengan Iran pada 28 Februari lalu. Ketika itu, AS memutuskan untuk mengevakuasi sebagian besar diplomatnya dari Timur Tengah untuk menghindari bahaya perang. 

Saat ini, AS sedang menyiapkan diplomat-diplomat tersebut untuk dikembalikan ke Kedutaan Besar (Kedubes) mereka yang ada di Israel, Lebanon, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Oman, Irak, dan Kuwait. Menurut keterangan Kemlu AS, pemulangan diplomat ke negara-negara tersebut kemungkinan akan dimulai pada pekan ini. 

2. Kemlu AS akan tetap memantau keamanan di Timur Tengah

peta negara-negara Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)

Meski sudah dianggap aman, Kemlu AS mengatakan pihaknya akan terus memantau situasi di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan misi-misi diplomatik yang ada di kawasan tersebut. Langkah ini juga bertujuan sebagai antisipasi jika situasi kembali memburuk di kemudian hari. 

“Kementerian Luar Negeri AS akan terus meninjau postur keamanan di misi diplomatik kami di seluruh dunia. Berdasarkan penilaian terbaru kami, kami menyesuaikan postur kepegawaian kami di pos-pos tertentu di Timur Tengah untuk memastikan kami dapat terus memajukan tujuan kebijakan luar negeri AS sambil melindungi keselamatan dan keamanan personel kami," bunyi pernyataan resmi Kemlu AS, seperti dilansir Anadolu Agency.

3. AS sempat berencana mengurangi operasi Kedubesnya di Timur Tengah

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Renan Tagliaferro)

Keputusan AS untuk mengembalikan para diplomatnya ke Timur Tengah ini berbeda dengan keputusan sebelumnya. Sebab, pada 12 Agustus lalu, AS sempat dikabarkan akan mengurangi operasi Kedubesnya di Timur Tengah dengan cara memulangkan para diplomat yang bertugas di sana. Namun, AS kini berubah pikiran dan memutuskan untuk memulangkan lagi para diplomat dan sejumlah pejabat diplomatik lainnya ke kawasan tersebut.

Dalam laporannya, NYT menyebut langkah ini menunjukkan bahwa AS sudah tidak ingin memulai kembali perang dengan Iran. Kendati demikian, sejumlah pejabat Negeri Paman Sam mengatakan, pemulangan diplomat ke Timur Tengah tidak semata-mata menunjukkan bahwa AS tidak akan memulai perang lagi dengan Iran. Mereka menilai, Washington bisa saja kembali menyerang Teheran jika mereka mau. Apalagi, jika Iran yang memulai serangan.

“Memulangkan staf kedutaan tidak akan membatasi kemampuan mereka (AS) untuk mengambil tindakan terhadap Iran di masa depan. Mereka pernah melakukannya sekali,” kata Robert Danin, mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Timur Tengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article