potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Renan Tagliaferro)
Keputusan AS untuk mengembalikan para diplomatnya ke Timur Tengah ini berbeda dengan keputusan sebelumnya. Sebab, pada 12 Agustus lalu, AS sempat dikabarkan akan mengurangi operasi Kedubesnya di Timur Tengah dengan cara memulangkan para diplomat yang bertugas di sana. Namun, AS kini berubah pikiran dan memutuskan untuk memulangkan lagi para diplomat dan sejumlah pejabat diplomatik lainnya ke kawasan tersebut.
Dalam laporannya, NYT menyebut langkah ini menunjukkan bahwa AS sudah tidak ingin memulai kembali perang dengan Iran. Kendati demikian, sejumlah pejabat Negeri Paman Sam mengatakan, pemulangan diplomat ke Timur Tengah tidak semata-mata menunjukkan bahwa AS tidak akan memulai perang lagi dengan Iran. Mereka menilai, Washington bisa saja kembali menyerang Teheran jika mereka mau. Apalagi, jika Iran yang memulai serangan.
“Memulangkan staf kedutaan tidak akan membatasi kemampuan mereka (AS) untuk mengambil tindakan terhadap Iran di masa depan. Mereka pernah melakukannya sekali,” kata Robert Danin, mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Timur Tengah.