Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Terancam Rusia, AS Tetap Pertahankan Diplomat di Kiev Ukraina

Terancam Rusia, AS Tetap Pertahankan Diplomat di Kiev Ukraina
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat menegaskan diplomatnya tetap berada di Kiev meski Rusia memperingatkan kemungkinan serangan besar, membantah laporan soal evakuasi dari ibu kota Ukraina.
  • Pemerintah Ukraina menolak klaim bahwa diplomat AS meninggalkan Kiev dan memastikan seluruh staf diplomatik masih bertugas di kedutaan besar.
  • Presiden Zelenskyy meminta tambahan amunisi sistem pertahanan udara kepada Presiden Trump untuk menghadapi serangan Rusia, sementara mantan Dubes AS menilai penarikan mediasi tidak merugikan Ukraina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), mengungkapkan bahwa diplomatnya akan tetap berada di Kiev. Meskipun terdapat peringatan Rusia kepada diplomat asing di Kiev untuk segera pergi menyusul akan adanya serangan besar. 

“Tidak ada perubahan pada operasional kami dan laporan soal penarikan diplomat dari Kiev itu palsu. Kami tidak menegevakuasi diplomat dari ibu kota Ukraina,” terangnya, dilansir dari NBC News, Jumat (29/5/2026). 

Sebelumnya, Duta Besar Uni Eropa (UE) Katarina Mathernova mengatakan bahwa diplomat UE tidak akan meninggalkan ibu kota Ukraina. Menurutnya, ancaman serangan besar itu adalah bentuk keputusasaan Rusia. 

1. Ukraina bantah tuduhan diplomat AS pergi dari Kiev

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi membantah klaim dari Wakil Luar Negeri UE, Kaja Kallas bahwa diplomat AS meninggalkan Kiev. Ia meyakinkan bahwa diplomat AS masih bertugas di Kiev. 

Dilansir Ukrainska Pravda, pernyataan Kallas disampaikan pada Kamis pagi dalam pertemuan Dewan Luar Negeri UE di Siprus. Menurutnya, hanya diplomat dan pekerja di Kantor Kedutaan Besar AS di ibu kota Ukraina yang pergi usai peringatan dari Kremlin. 

2. Zelenskyy minta AS tambah amunisi sistem pertahanan udara

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy secara resmi meminta kepada Presiden AS, Donald Trump untuk memberikan tambahan amunisi sistem pertahanan udara. Amunisi tersebut penting untuk menghalau serangan udara Rusia. 

“Cukup jarang memang pemimpin negara lain mengirimkan surat resmi kepada presiden dan parlemen di AS secara bersamaan. Namun, situasi saat ini memang membutuhkan aksi cepat dan efektif. Penting bagi Amerika untuk mendengarkan Ukraina,” tuturnya. 

Lewat surat itu, presiden Ukraina keenam itu meminta agar AS menyuplai lebih amunisi Patriot PAC-3 dan sistem pertahanan udara lainnya. Sebab, terdapat kekhawatiran pasokan senjata ke Ukraina habis imbas perang di Iran. 

3. Mantan Dubes AS sebut penarikan diri tidak akan rugikan Ukraina

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Mantan Dubes AS di Kiev, Steven Pifer menyebut penarikan diri AS dari mediator Rusia dan Ukraina tidak akan merugikan Ukraina. Menurutnya, itu akan menguntungkan bagi Ukraina dan Eropa dapat mengambilalih sebagai mediator utama. 

Dilansir dari Kyiv Post, Pifer mengatakan bahwa berhentinya AS dalam mediasi ini tidak akan berdampak besar pada Ukraina karena sudah ada progres penting. Langkah ini juga akan mengurangi tekanan kepada Ukraina untuk menyerahkan teritori kepada Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More