"Saya telah mengumumkan bahwa tindakan yang tidak dapat ditoleransi ini akan memiliki konsekuensi dan memang demikian. (Oleh karena itu), dua diplomat Iran yang bertugas di Prancis akan diusir dalam waktu dekat," tulis Barrot dalam sebuah unggahan di media sosial X.
Prancis Mau Usir 2 Diplomat Iran dari Wilayahnya, Kenapa?

- Prancis akan mengusir dua diplomat Iran dalam beberapa hari sebagai balasan atas tindakan terhadap dua diplomat Prancis di Teheran pada Juli lalu.
- Menurut Prancis, dua diplomatnya disandera dan diintimidasi militer Iran; Teheran membantah serta menyebut mereka hanya diwawancarai terkait dugaan intervensi internal.
- Iran menilai diplomat Prancis melanggar Konvensi Wina 1961, sedangkan Paris memprotes tuduhan tersebut dan menyebut langkah Iran berisiko mengganggu hubungan bilateral.
1. Prancis ingin membalas tindakan tidak bersahabat Iran pada Juli lalu

potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt) Dalam pernyataannya, Barrot menjelaskan, keputusan Prancis untuk mengusir dua diplomat Iran bukan tanpa sebab. Menurutnya, tindakan ini dilakukan sebagai balasan atas tindakan tidak bersahabat Iran terhadap Prancis pada Juli lalu. Kala itu, militer Iran dikabarkan menyandera dan mengintimidasi dua diplomat Prancis yang bertugas di Teheran. Sebab, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baghaei, mereka telah melakukan intervensi terhadap urusan internal Pemerintah Iran.
“Rakyat Iran, sebuah bangsa yang hebat, adalah korban utama dari periode ketegangan ekstrem di Timur Tengah ini, terjebak di antara represi berdarah protes Januari 2026 dan pemboman. Justru karena Prancis berdiri di samping rakyat Iran, mendukung para seniman, ilmuwan, dan peneliti mereka, dua diplomat Prancis diserang secara memalukan dengan sengaja pada 19 Juli lalu,” jelas Barrot.
2. Baghaei menyebut dua diplomat Prancis melanggar Konvensi Vienna 1961

potret Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei (commons.wikimedia.org/Foad Ashtari) Baghaei mengatakan, tindakan yang dilakukan dua diplomat Prancis pada Juli lalu telah melanggar Konvensi Vienna 1961 tentang hubungan diplomatik. Dalam konvensi tersebut, seorang diplomat dijamin oleh imunitas atau kekebalan diplomatik saat mereka bertugas di negara penerima. Meski demikian, mereka tidak boleh mengintervensi urusan dalam negeri dari negara tersebut.
Oleh karena itu, menurut Baghaei, dua diplomat Prancis tadi pantas mendapatkan hukuman dari pihak berwenang. Namun, Baghaei berdalih bahwa militer Iran tidak menyandera ataupun mengintimidasi dua diplomat Prancis. Menurutnya, mereka kala itu hanya diwawancara selama beberapa jam untuk dimintai keterangan soal dugaan intervensi urusan internal Pemerintah Iran.
3. Prancis tetap tidak terima tindakan Iran terhadap dua diplomatnya

potret Menara Eiffel di Paris, Prancis (pexels.com/Daniel Reynaga) Namun, Barrot sebagai Menlu Prancis mengatakan dirinya tetap tidak bisa menerima tindakan Iran terhadap dua diplomatnya. Oleh karena itu, Barrot memanggil Kuasa Usaha Iran di Paris untuk memprotes tindakan tersebut. Setelah itu, ia lantas memutuskan untuk membalas tindakan Iran dengan mengusir dua diplomat mereka yang bertugas di Paris.
Dalam pernyataan terpisah, Juru Bicara Kemlu Prancis, Pascal Confavreux, mengatakan, Iran memilih langkah yang salah karena telah menyandera dua diplomat Prancis pada Juli lalu. Ia mengatakan, tindakan tersebut bisa membuat hubungan Paris dan Teheran jadi tidak harmonis. Padahal, hubungan kedua negara selama ini baik-baik saja dan jarang diwarnai ketegangan.
"Otoritas Iran telah memilih untuk membuat tuduhan yang sepenuhnya salah terhadap agen-agen kami dan mengarang kasus campur tangan untuk membenarkan tindakan mereka," ungkap Confavreux, seperti dilansir Jerusalem Post.


















