Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Percaya AI Buat Daki Gunung Shasta, 3 Pendaki Malah Terdampar

Percaya AI Buat Daki Gunung Shasta, 3 Pendaki Malah Terdampar
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Holly Raven)
  • Tiga pendaki pemula dari Roseville dievakuasi di Gunung Shasta setelah mengandalkan Google Gemini untuk rute dan logistik, yang membuat persediaan makanan serta air mereka tidak memadai.
  • Pendakian yang diperkirakan delapan jam molor hingga mereka mencapai puncak pukul 19.00; baterai navigasi habis, rombongan tersesat, dan satu pendaki cedera lutut.
  • Petugas menemukan mereka pada Senin pagi, memberi pertolongan dan logistik, lalu mengawal turun; otoritas mengingatkan pendaki membawa peta fisik dan tidak sepenuhnya bergantung pada AI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tiga pendaki pemula asal Roseville, California, Amerika Serikat, harus dievakuasi oleh tim penyelamat pada Senin (31/8/2026) usai terdampar dan mengalami cedera saat mendaki Gunung Shasta sejak Minggu (30/8/2026). Insiden memprihatinkan tersebut terjadi setelah rencana perjalanan yang mereka susun berdasarkan petunjuk kecerdasan buatan (AI) justru berujung bahaya.

Ketiga pria tersebut mengandalkan program kecerdasan buatan Google Gemini untuk memetakan rute hingga menghitung kebutuhan perbekalan logistik. Namun, saran keliru dari AI membuat mereka hanya membawa sedikit persediaan makanan dan air.

Kondisi diperparah ketika mereka melanggar batas waktu pendakian, mengalami mati baterai pada alat navigasi, dan salah mengambil rute di kegelapan malam hingga akhirnya terdampar sebelum berhasil diselamatkan pada Senin (31/8/2026) pagi waktu setempat.

  1. 1. Rencana delapan jam berujung penderitaan akibat salah logistik

    ilustrasi mendaki gunung
    ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Toomas Tartes)

    Rombongan pendaki pemula ini memulai petualangan mereka dengan mendirikan kamp utama di ketinggian sekitar 8.400 kaki atau 2.560 meter di jalur Clear Creek Trailhead pada Sabtu (29/8/2026). Pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 03.00 waktu setempat, mereka berangkat menuju puncak Mount Shasta hanya dengan membawa tas harian.

    Dilansir Times of India, ketiga pendaki tersebut memanfaatkan sejumlah platform digital seperti Google Gemini, YouTube, dan aplikasi pemetaan AllTrails saat bersiap-siap. Penggunaan Google Gemini terbukti menjadi kesalahan fatal karena sistem memberikan arahan untuk membawa porsi makanan dan pasokan air yang jauh di bawah kebutuhan riil pendakian.

    Perjalanan yang semula diprediksi hanya memakan waktu sekitar delapan jam justru membengkak menjadi sangat lama. Mereka baru tiba di puncak setinggi 14.179 kaki atau sekitar 4.321 meter pada pukul 19.00 waktu setempat, padahal aturan keselamatan mengharuskan pendaki sudah berputar balik paling lambat pukul 12.00 siang.

  2. 2. Tersesat di kegelapan malam dan cedera di jalur curam

    Gunung Shasta
    Gunung Shasta (pexels.com/Steele Pora)

    Dilansir CBS News, akibat mencapai puncak terlambat hingga tujuh jam dari waktu yang disarankan, ketiga pria tersebut harus memulai perjalanan turun dalam kondisi gelap gulita. Sekitar satu jam setelah melangkah turun dari puncak, mereka sempat menghubungi panggilan darurat Kantor Sheriff Siskiyou County untuk meminta petunjuk arah.

    Navigasi rombongan semakin memburuk setelah telepon seluler yang menjalankan aplikasi AllTrails kehabisan baterai dan pengisi daya cadangan mereka gagal berfungsi. Walaupun salah satu anggota rombongan mengenakan jam tangan navigasi Garmin, mereka kehilangan arah hingga akhirnya menyimpang ke area celah Mud Creek Canyon.

    Petaka berlanjut ketika salah satu pendaki terjatuh dan mengalami cedera lutut saat berada di ketinggian sekitar 11.500 kaki atau 3.505 meter. Tanpa persediaan perbekalan yang cukup, pakaian hangat yang memadai, serta tempat berlindung darurat, rombongan terpaksa terhenti sekitar tengah malam dan harus bertahan di lereng curam tersebut sepanjang malam hingga pagi hari.

  3. 3. Penyelamatan oleh petugas dan peringatan bahaya ketergantungan AI

    ilustrasi aplikasi AI
    ilustrasi aplikasi AI (pexels.com/Aerps.com)

    Petugas pendakian Dinas Kehutanan AS (U.S. Forest Service) akhirnya berhasil menemukan lokasi para pendaki yang terdampar pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat. Tim penyelamat langsung memberikan pertolongan pertama pada lutut korban yang cedera serta menyalurkan bantuan pasokan air dan makanan.

    Upaya evakuasi menggunakan helikopter sempat terkendala oleh kondisi di ketinggian yang menyulitkan proses pengangkatan. Oleh karena itu, ketiga pendaki berjalan kaki mendaki turun bersama petugas pendakian menuju kamp utama dan tiba sekitar pukul 15.00 waktu setempat, sebelum akhirnya dikawal oleh personel Search and Rescue (SAR) Siskiyou County kembali ke Clear Creek Trailhead.

    Dilansir Times of India, para pendaki mengakui bahwa mereka terlalu bergantung pada saran teknologi tanpa mempertimbangkan analisis mandiri. "Kami terlalu bergantung pada AI ketimbang pemikiran kritis kami sendiri," ungkap pendaki tersebut saat dimintai keterangan oleh petugas pasca-penyelamatan.

    Pihak Kantor Sheriff Siskiyou County menyebut keputusan memakai instruksi Gemini sebagai "langkah keliru yang krusial" dalam perencanaan perjalanan. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk selalu menghubungi stasiun penjaga Mount Shasta Ranger Station, membawa peta fisik, serta tidak pernah bergantung penuh pada AI saat melakukan kegiatan alam bebas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More