Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pesona Kyoto di Musim Gugur yang Membuat Kota Ini Terlihat Berbeda

4 min read
5 Pesona Kyoto di Musim Gugur yang Membuat Kota Ini Terlihat Berbeda
pemandangan Kiyomizu-dera di Kyoto saat musim gugur (unsplash.com/Ritz)
Share Article

Kyoto selalu memiliki daya tarik di setiap musim. Namun, ketika musim gugur tiba, kota yang dikenal dengan kuil, taman, dan bangunan tradisional ini berubah menjadi lebih berwarna. Daun maple dan berbagai pepohonan mulai berubah menjadi merah, jingga, hingga kuning, menciptakan pemandangan yang berpadu dengan arsitektur bersejarah Kyoto.

Musim gugur di Kyoto umumnya berlangsung pada September hingga November, tetapi perubahan warna daun menjadi daya tarik utama terutama menjelang akhir musim. Waktu terbaik untuk menikmati koyo atau pemandangan daun musim gugur berbeda setiap tahun, tetapi secara umum warna mulai muncul pada akhir Oktober dan banyak lokasi mencapai puncaknya sekitar pertengahan November.

Lantas, apa saja yang membuat Kyoto begitu memikat saat musim gugur?

  1. 1. Daun mapel mengubah warna kuil dan taman

    Daun maple berwarna merah dan oranye berubah warna di kompleks Pagoda Koyasu pada suasana musim gugur.
    potret daun maple yang berubah warna di kompleks Pagoda Koyasu (unsplash.com/tim zhang)

    Salah satu pemandangan paling khas Kyoto pada musim gugur adalah pepohonan yang berubah warna di sekitar kuil dan taman. Daun mapel menjadi salah satu daya tarik utama. Warna hijau perlahan berubah menjadi kuning, jingga, hingga merah sebelum akhirnya berguguran. Ketika pepohonan tersebut tumbuh di sekitar bangunan tradisional, kolam, dan taman Jepang, pemandangannya terasa makin khas.

    Kyoto Travel mencatat bahwa taman-taman di kuil terkenal, perbukitan di sekitar kota, hingga area pedesaan menjadi tempat untuk menikmati perubahan warna musim gugur. Karena itu, musim gugur tidak sekadar mengubah warna pepohonan, tetapi juga memberikan suasana baru pada tempat-tempat bersejarah yang sudah menjadi bagian dari identitas Kyoto.

  2. 2. Arashiyama terlihat makin dramatis

    Sungai Hozugawa mengalir di antara perbukitan Arashiyama yang dipenuhi pepohonan berwarna-warni pada musim gugur.
    pemandangan Sungai Hozugawa di Arashiyama saat musim gugur (unsplash.com/Nicolas Caetano)

    Arashiyama merupakan salah satu kawasan yang populer untuk menikmati pemandangan musim gugur. Kawasan di bagian barat Kyoto ini memiliki perpaduan antara sungai, pegunungan, pepohonan, dan berbagai tempat bersejarah.

    Saat musim gugur, warna pepohonan di sekitar kawasan tersebut memberikan kontras dengan lanskap hijau yang masih tersisa. Salah satu cara untuk menikmati suasananya adalah dengan berjalan di sekitar kawasan Arashiyama dan mengikuti jalur yang mengarah ke area pegunungan.

    Kyoto Travel juga mencatat bahwa Kiyotaki merupakan salah satu tempat yang bagus untuk menikmati dedaunan musim gugur, dengan jalur yang mengikuti aliran sungai menuju Arashiyama. Pemandangan alam seperti ini membuat Arashiyama terasa berbeda dari kawasan perkotaan Kyoto yang lebih padat.

  3. 3. Kuil Tofuku-ji menjadi salah satu tempat favorit melihat momiji

    Pemandangan dedaunan musim gugur dari Jembatan Tsutenkyo di kawasan Kuil Tofukuji, Jepang.
    pemandangan musim gugur dari Jembatan Tsutenkyo di Kuil Tofukuji (japan-guide.com)

    Bagi pencinta pemandangan daun musim gugur, Tofuku-ji merupakan salah satu tempat yang cukup terkenal di Kyoto. Kuil Zen yang didirikan pada abad ke-13 ini memiliki area pepohonan maple yang menjadi daya tarik ketika musim gugur. Salah satu titik yang terkenal adalah Tsuten-kyo Bridge, yang memberikan pemandangan pepohonan dari atas.

    Perpaduan antara arsitektur kuil, jembatan, dan pepohonan yang berubah warna membuat Tofuku-ji menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi ketika musim koyo. Namun, popularitas tersebut juga berarti kawasan ini dapat ramai selama periode puncak musim gugur. Jadi, suasana tenang yang terlihat dalam banyak foto belum tentu menggambarkan kondisi ketika musim sedang sangat ramai.

  4. 4. Eikando menawarkan suasana berbeda saat malam hari

    Pemandangan malam musim gugur di Kuil Eikandō Zenrin-ji dengan pepohonan berdaun merah yang diterangi lampu.
    pemandangan malam hari musim gugur di Kuil Eikandō Zenrin-ji (jeepe.jp)

    Keindahan musim gugur di Kyoto tidak selalu berhenti ketika matahari terbenam. Beberapa kuil dan tempat wisata mengadakan iluminasi khusus pada malam hari selama musim daun gugur. Salah satu yang terkenal adalah Eikando atau Zenrin-ji. Kuil ini dikenal dengan pemandangan dedaunan musim gugurnya dan juga mengadakan iluminasi malam pada periode tertentu.

    Cahaya lampu yang menerangi pepohonan membuat warna daun terlihat berbeda dibandingkan saat siang hari. Pantulan cahaya pada kolam dan bangunan di sekitarnya juga menambah suasana khas. Kyoto Travel mencatat bahwa sejumlah kuil, kuil Shinto, dan taman memang mengadakan acara iluminasi atau pembukaan khusus selama musim gugur, biasanya dalam periode sekitar Oktober hingga Desember.

  5. 5. Suasana Kyoto terasa lebih nyaman untuk menjelajah kota

    Dua orang berjalan di bawah pepohonan rimbun berdaun musim gugur di area Kuil Shimogamo, Kyoto, Jepang.
    potret dua orang berjalan saat musim gugur di Kuil Shimogamo, Kyoto (unsplash.com/Steven Chua)

    Selain pemandangan, cuaca juga menjadi salah satu alasan musim gugur banyak diminati wisatawan. Kyoto Travel menyebut musim gugur memiliki cuaca yang umumnya relatif sejuk dan nyaman untuk berjalan kaki maupun mengikuti tur dengan sepeda. Suhu biasanya masih cukup hangat pada Oktober dan mulai lebih sejuk pada November.

    Kondisi tersebut cocok untuk menikmati Kyoto secara perlahan, misalnya berjalan menyusuri kawasan bersejarah, mengunjungi taman, atau berhenti sejenak di kafe dan tempat makan. Namun, musim gugur juga termasuk periode yang ramai. JNTO mencatat bahwa Kyoto dapat menjadi sangat padat pada akhir November ketika dedaunan berada di sekitar puncak musimnya.

    Karena waktu perubahan warna dapat berbeda setiap tahun, wisatawan yang ingin mengejar koyo sebaiknya memeriksa kalender daun musim gugur resmi Kyoto sebelum menentukan waktu kunjungan.

    Pesona Kyoto pada musim gugur bukan hanya tentang daun yang berubah menjadi merah dan kuning. Keindahannya muncul dari perpaduan antara alam dan warisan budaya: pepohonan maple di sekitar kuil, taman tradisional, pegunungan di kejauhan, hingga jalan-jalan bersejarah yang berubah suasana ketika musim berganti.

    Periode koyo juga relatif singkat dan waktunya tidak selalu sama setiap tahun. Justru perubahan yang berlangsung sementara inilah yang membuat musim gugur terasa istimewa. Bagi yang ingin melihat sisi Kyoto yang berbeda, musim gugur menawarkan pemandangan kota yang lebih berwarna tanpa menghilangkan karakter tradisional yang sudah melekat pada kota tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More