Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Petugas Taman Safari Belanda Tewas Diterkam Macan Tutul
Macan tutul (Unsplash.com/Geoff Brooks)
  • Perawat satwa senior berusia 57 tahun di Safaripark Beekse Bergen meninggal setelah diterkam macan tutul persia saat bekerja di kandang tertutup pada 24 Oktober 2026.
  • Pengelola dan Badan Pengawas Ketenagakerjaan Belanda menyelidiki insiden tersebut, namun ketiadaan CCTV menyulitkan rekonstruksi; penyidikan juga menyoroti pintu pengaman dan komunikasi pemindahan satwa.
  • Manajemen tidak akan memusnahkan macan tutul karena dianggap bertindak naluriah, sementara taman safari tetap beroperasi setelah berkoordinasi dengan keluarga korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seorang perawat satwa senior di Safaripark Beekse Bergen, Belanda, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026), setelah sempat menjalani perawatan akibat serangan macan tutul persia. Petugas perempuan tersebut diterkam saat tengah merawat satwa di dalam kandang tertutup kompleks safari di wilayah selatan Belanda.

Pengelola taman safari bersama Badan Pengawas Ketenagakerjaan Belanda langsung menggelar penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Pihak pengelola juga menyediakan area khusus belasungkawa bagi rekan kerja dan pengunjung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban.

1. Kronologi serangan macan tutul di dalam kandang tertutup

Seekor macan tutul Amur sedang beristirahat di Kebun Binatang Helsinki. (commons.wikimedia.org/Uusijani)

Insiden terjadi pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di area kandang tertutup macan tutul persia jantan. Dua ekor macan tutul sebelumnya dipindahkan ke ruang perawatan tertutup guna berlindung dari terjangan Badai Austen. Korban diketahui merupakan perawat satwa berpengalaman berusia 57 tahun yang telah mengabdi hampir 40 tahun, dengan delapan tahun terakhir bertugas merawat satwa pemangsa.

Meski menderita luka parah di bagian kepala dan leher, korban sempat meminta bantuan melalui radio panggil sebelum kehilangan kesadaran. Tim medis darurat segera mengevakuasi korban menggunakan helikopter ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari.

"Kepergiannya merupakan duka mendalam bagi kami, dan belasungkawa tulus kami sampaikan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," sebut pihak manajemen Safaripark Beekse Bergen, dilansir CNN.

2. Kendala penyelidikan akibat ketiadaan kamera pengawas

ilustrasi macan tutul (pexels.com/Pixabay)

Pihak berwenang masih menyelidiki alasan keberadaan korban di dalam ruangan yang sama bersama satwa pemangsa tersebut. Ketiadaan kamera pengawas (CCTV) di dalam kandang membuat tim penyidik kesulitan merekonstruksi jalannya peristiwa secara rinci. Padahal, standar keselamatan kebun binatang melarang keras petugas berada satu ruangan dengan satwa karnivora tanpa pembatas pelindung.

Prosedur standar mengharuskan petugas bekerja secara berpasangan serta memastikan sistem pintu pengaman terkunci bergantian. Badan pengawas kini mendalami kemungkinan terjadinya kerusakan teknis pada mekanisme pintu sekat atau adanya kendala komunikasi dalam pemindahan satwa pascabadai.

3. Keputusan pengelola untuk tidak menyuntik mati satwa

ilustrasi macan tutul (pexels.com/Derek Keats)

Manajemen Safaripark Beekse Bergen memastikan bahwa macan tutul persia tersebut tidak akan disuntik mati atau dimusnahkan. Pihak pengelola menilai serangan tersebut merupakan respons naluriah satwa liar saat berhadapan langsung dengan manusia di ruang tertutup.

"Kami tidak akan mengambil tindakan hukuman terhadap macan tutul tersebut karena satwa itu hanya bertindak sesuai naluri alaminya," ujar Kepala Divisi Perawatan Satwa, Martin van Hees.

Direktur Asosiasi Kebun Binatang Belanda (NVD), Wineke Schoo, menyampaikan bahwa insiden fatal yang melibatkan satwa pemangsa di kebun binatang sangat jarang terjadi sejak lebih dari dua dekade terakhir. Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban, pihak manajemen memutuskan taman safari tetap beroperasi bagi masyarakat umum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article