Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PM Hungaria Umumkan Pemotongan Gaji Pejabat Pemerintahan
Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar (kiri). (© European Union, 2026, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • PM Hungaria Peter Magyar umumkan pemotongan gaji pejabat tinggi, termasuk dirinya, sebagai langkah reformasi politik melawan korupsi dan nepotisme di pemerintahan.
  • Gaji Magyar kini 3,8 juta forint per bulan, separuh dari pendahulunya Viktor Orban; kebijakan ini juga membatasi tunjangan parlemen dan pejabat BUMN.
  • Selain reformasi gaji, Magyar berupaya mencairkan dana pemulihan Uni Eropa senilai 10,4 miliar euro untuk memperkuat ekonomi dan mengurangi ketimpangan sosial di Hungaria.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Peter Magyar mengumumkan pemotongan gaji untuk pejabat tinggi di negaranya. Pemotongan gaji ini juga termasuk gaji bulanannya sendiri sebagai pimpinan tertinggi di Hungaria. 

Pengurangan gaji ini sebagai bentuk reformasi politik di Hungaria, terutama dari budaya korupsi dan nepotisme di bawah pendahulunya. Kebijakan ini sesuai janjinya saat terpilih untuk mengubah institusi pemerintahan Hungaria. 

1. Gaji Mayar hanya separuh dari gaji Orban

Mantan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Magyar mengatakan bahwa pemotongan ini juga berlaku pada gajinya. Ia menyebut gaji kotornya sebagai PM Hungaria akan menjadi 3,8 juta forint (Rp220 juta) per bulan. Gaji itu jauh lebih kecil dibanding gaji mantan PM Hungaria, Viktor Orban sebesar 7,8 juta forint (Rp451 juta) per bulan.

Dilansir TVP World, pemotongan gaji ini juga berlaku kepada jajaran eksekutif di perusahaan milik negara (BUMN) Hungaria. Selain itu, akan ada pembatasan tunjangan anggota parlemen untuk bahan bakar minyak (BBM), akomodasi, dan biaya staf di bawah 5 juta forint (Rp289 juta) per bulan.  

2. Pemotongan gaji untuk memberikan pesan politik

Bendera Hungaria. (pexels.com/sara)

Pemimpin Partai Tisza itu mengatakan bahwa reformasi ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan anggaran. Selain itu, memberikan pesan politik agar penguasa tidak memperkaya dirinya sendiri. 

“Kebijakan pemotongan gaji ini erat kaitannya dengan contoh yang kami tunjukkan kepada warga Hungaria dan kepada seluruh dunia,” terangnya, dilansir Daily News Hungary, Selasa (26/5/2026).

Magyar menuturkan bahwa politikus dan pejabat pemerintahan di Hungaria harus menunjukkan dirinya sebagai pelayan publik. Bukan sebagai seorang elitis yang memiliki privilese. 

3. Magyar berupaya cairkan dana pemulihan dari Uni Eropa

Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar. (MrSilesian, CC0, via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Magyar mengupayakan agar dapat mengamankan pencairan dana pemulihan dari Uni Eropa (UE). Menurutnya, dana tersebut penting untuk pemulihan ekonomi Hungaria. 

“Sebagian besar uang ini berisiko. Padahal ini adalah uang dari rakyat Hungaria. Maka, tujuan kami mengamankan dana pemulihan sebesar 10,4 miliar euro (Rp214,5 triliun) yang saat ini masih dibekukan,” ungkapnya, dikutip dari The Budapest Times

Tak hanya itu, PM Hungaria itu akan membuat kerangka hukum agar tidak ada anggota pemerintahan dan menteri yang pergi liburan pada musim panas ini. Ia berharap ketimpangan sosial di Hungaria dapat dikurangi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article