Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Orban Tidak Akan Gabung Parlemen usai Kalah dalam Pemilu Hungaria

Orban Tidak Akan Gabung Parlemen usai Kalah dalam Pemilu Hungaria
Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Viktor Orban memutuskan tidak akan duduk di Parlemen Hungaria setelah Partai Fidesz kalah dari Partai Tisza, mengakhiri kekuasaannya selama 16 tahun.
  • Perwakilan Partai Fidesz di parlemen akan dipimpin Gergely Gulyas, sementara sejumlah oligarki yang dekat dengan Orban dilaporkan mulai memindahkan aset ke luar negeri.
  • Calon PM Peter Magyar menegaskan dana pinjaman Uni Eropa sebesar 150 miliar euro tidak akan diberikan kepada perusahaan afiliasi Orban untuk mencegah korupsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban mengaku tidak akan menempati kursi anggota dewan di Parlemen Hungaria. Keputusannya ini usai Partai Fidesz kalah dalam pemilihan umum (pemilu) Hungaria. 

“Tugas kami sekarang bukan lagi di parlemen. Namun, kami akan berfokus dalam reorganisasi komunitas politik untuk mendorong nasionalisme. Saya sudah memimpin komunitas selama hampir 4 dekade,” terangnya, dikutip dari NBC News, Senin (27/4/2026).

Hungaria sudah mengadakan pemilu parlemen pada 12 April. Hasilnya, Partai Tisza sukses mengalahkan Partai Fidesz dan artinya mengakhiri kekuasaan Orban selama 16 tahun di Hungaria. 

1. Perwakilan Partai Fidesz akan dipimpin Gulyas

Viktor Orban sedang diwawancara media.
potret Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban (commons.wikimedia.org/European Union)

Orban mengatakan bahwa perwakilan Partai Fidesz di Parlemen Hungaria akan dipimpin oleh Gergely Gulyas. Saat ini, ia masih menjadi Menteri Urusan Perdana Menteri Hungaria. 

“Mandat yang saya dapatkan sebagai pemimpin Partai Fidesz-KNDP ini, faktanya, sebagai seorang yang diberi mandat oleh Fidesz. Dengan alasan tersebut, saya memutuskan untuk menyerahkannya,” ungkap Orban, dilansir dari BBC.

Orban sudah menjadi anggota parlemen lewat pemilu sejak 1990. Politikus sayap kanan itu akhirnya berhasil memimpin Partai Fidesz dan kemudian terpilih menjadi PM Hungaria sejak 2010. 

2. Oligarki Hungaria pindahkan aset dan mencoba melarikan diri

Usai kekalahan Orban, sejumlah oligarki Hungaria yang dekat dengan Orban dikabarkan mulai memindahkan asetnya. Mereka juga bersiap untuk melarikan diri dari Hungaria sebelum pergantian pemerintahan. 

“Sejumlah oligarki yang punya hubungan dengan pemerintahan sebelumnya mulai mentransfer uang mereka ke Uni Emirat Arab, Amerika Serikat (AS), Uruguay, dan negara lainnya,” ungkap Calon PM Hungaria, Peter Magyar, dikutip dari TVP World.

Magyar menambahkan, sejumlah keluarga oligarki sudah meninggalkan Hungaria. Beberapa lainnya sudah memindahkan sekolah anaknya dan mempersiapkan kepergiannya ke luar negeri. 

3. Magyar akan putus perusahaan afiliasi Orban dari pinjaman UE

Perdana Menteri Terpilih Hungaria, Peter Magyar, yang mengakhiri rezim Viktor Orban.
Perdana Menteri Terpilih Hungaria, Peter Magyar, yang mengakhiri rezim Viktor Orban. (AFP/Attilla Kisbenedek)

Beberapa hari sebelumnya, Magyar mengatakan bahwa Hungaria akan menjadi penerima dana pinjaman dari Uni Eropa (UE) sebesar 150 miliar euro (Rp3.030 triliun) setelah Polandia dan Rumania. Pinjaman ini untuk meningkatkan pembelian persenjataan dan peningkatan pertahanan. 

Namun Magyar memastikan bahwa ia tidak akan membiarkan dana tersebut mengalir ke perusahaan afiliasi Orban. Sebab, Hungaria di bawah Orban telah menjadi negara paling korup di UE menurut laporan dari Transparency International.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More