Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, berjanji akan membentuk pengadilan cepat (fast-track) untuk mempercepat proses hukum terhadap pejabat yang terlibat dalam kebocoran soal ujian nasional. Langkah itu dilakukan sebagai upaya meredam gerakan protes "kecoak" yang dipimpin oleh kaum muda dan telah mengguncang ibu kota New Delhi.
Pernyataan Modi muncul setelah ribuan demonstran yang dipimpin oleh gerakan Cockroach Janta Party (CJP) kembali turun ke jalan pada Rabu (22/7/2026). Aksi tersebut menyebabkan bentrokan baru dengan aparat kepolisian. Mayoritas peserta aksi merupakan mahasiswa dan calon peserta ujian yang menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri.
Pemerintah mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak dengan menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan CJP. Namun, kabinet Modi tetap menolak membahas tuntutan utama demonstran, yakni pencopotan Pradhan dari jabatannya, dilansir Channel News Asia.
Gelombang kemarahan publik di India dipicu oleh berbagai skandal ujian dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah kebocoran soal ujian masuk fakultas kedokteran yang memaksa lebih dari dua juta peserta mengulang ujian. Kemarahan masyarakat juga diperburuk oleh polemik penilaian daring terhadap hampir dua juta siswa sekolah menengah.
