Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PM Thailand Lirik Kerja Sama Industri Halal saat Temui Presiden Prabowo
Perdana Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • PM Thailand Anutin Charnvirakul mengusulkan penguatan industri halal Indonesia-Thailand, meliputi standar halal regional, rantai pasok halal ASEAN, dan percepatan penyelesaian MoU.
  • Thailand juga mendorong pembaruan perjanjian saling pengakuan sertifikasi halal kedua negara yang dijadwalkan berakhir pada November tahun depan.
  • Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, Anutin menawarkan perluasan kerja sama perdagangan, investasi, pangan, energi, perikanan, dan rantai nilai; nilai perdagangan bilateral sekitar 20 miliar dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perdana Menteri Thailand, Anutin, bertemu Presiden Prabowo di Jakarta. Ia ingin Thailand dan Indonesia bekerja sama membuat aturan halal yang sama. Mereka juga mau memperbarui pengakuan sertifikat halal. Mereka membahas dagang, makanan, energi, dan ikan. Sekarang mereka berharap kerja sama ini cepat dilanjutkan agar kedua negara mendapat manfaat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Usulan penguatan industri halal membuka ruang bagi Indonesia dan Thailand untuk menyelaraskan standar serta memperbarui pengakuan sertifikasi, sehingga menopang perdagangan dan rantai pasok regional. Dengan perdagangan bilateral yang telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, pembahasan ini juga mencerminkan peluang kerja sama ekonomi yang makin luas, termasuk pangan, energi, perikanan, dan investasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul mengusulkan penguatan kerja sama industri halal dengan Indonesia. Kerja sama ini termasuk pengembangan standar halal regional dan pembaruan perjanjian saling pengakuan sertifikasi halal kedua negara.

Usulan tersebut disampaikan Anutin saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026). Menurutnya, kerja sama di sektor halal memiliki potensi besar untuk mendukung perdagangan dan memperkuat rantai pasok di kawasan ASEAN.

Anutin mengatakan Thailand berharap pembahasan mengenai nota kesepahaman (MoU) di bidang industri halal dapat segera diselesaikan.

“Mengenai industri halal, saya mengusulkan agar pengembangan standar halal dan rantai pasok halal regional dapat menyelesaikan rancangan nota kesepahaman mengenai industri halal,” ujar Anutin.

Selain itu, ia juga mendorong pembaruan perjanjian saling pengakuan (MRA) terhadap sertifikasi halal kedua negara yang akan berakhir pada November tahun depan.

“Kami juga mengusulkan pembaruan perjanjian saling pengakuan sertifikasi halal yang akan berakhir pada November tahun depan,” lanjut dia.

Anutin menyampaikan penguatan kerja sama halal menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand yang saat ini terus berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengatakan kedua negara juga memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, mengingat nilai perdagangan bilateral saat ini mencapai sekitar 20 miliar dolar AS.

Selain sektor halal, Anutin turut menawarkan peningkatan kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi, perikanan, serta pengembangan rantai nilai (value chain) kedua negara.

Menurutnya, Indonesia dan Thailand yang memiliki total populasi lebih dari 350 juta jiwa memiliki potensi besar untuk membangun pasar yang lebih terintegrasi di kawasan.

“Kita dapat berfokus pada penguatan konektivitas rantai nilai dengan memanfaatkan kekuatan gabungan ekonomi kedua negara yang berjumlah lebih dari 350 juta penduduk,” tuturnya.

Anutin berharap berbagai kerja sama yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme yang telah disepakati kedua negara sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia dan Thailand.

Curated For You

Editorial Team

Related Article