Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Thailand Tembak Mati Istrinya yang Mengajar di TK
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
  • Seorang polisi di Chonburi, Thailand, menembak mati istrinya yang merupakan guru TK setelah percakapan mereka memanas di koridor sekolah pada 9 September 2026.
  • Sebanyak 44 murid dievakuasi dengan aman dan tidak menyaksikan penembakan karena kejadian berlangsung di luar kelas; staf pengajar sempat panik.
  • Pelaku menyerah setelah bersembunyi bersenjata di rumahnya dan menjalani negosiasi 18 jam; sekolah ditutup sementara untuk penyelidikan serta pendampingan psikologis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seorang anggota polisi di Provinsi Chonburi, Thailand, menembak mati istrinya yang bekerja sebagai guru di sebuah taman kanak-kanak (TK) pada Rabu (9/9/2026). Beruntung, seluruh siswa dipastikan selamat dan terhindar dari bahaya dalam insiden berdarah tersebut.

Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke kediaman pribadinya sebelum akhirnya memutuskan untuk menyerah. Pihak kepolisian berhasil membujuk tersangka setelah menggelar proses negosiasi alot yang memakan waktu hingga belasan jam.

1. Anggota polisi tembak sang istri di koridor sekolah

ilustrasi penembakan (pexels.com/ClickerHappy)

Insiden bermula saat tersangka mendatangi Taman Kanak-Kanak Kota Nong Pla Lai di Distrik Bang Lamung sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Perbincangan antara pelaku dan korban di area koridor sekolah mendadak memanas hingga berujung pada aksi penembakan fatal.

Peristiwa mematikan itu sontak memicu kepanikan para staf pengajar di lokasi kejadian. Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi 44 murid ke tempat aman sebelum akhirnya dijemput oleh keluarga masing-masing.

"Tidak ada murid yang melihat insiden tersebut karena peristiwa terjadi di luar ruang kelas," jelas Ketua Dewan Nong Pla Lai, Sayan Klomaon, dilansir Channel News Asia.

2. Negosiasi selama 18 jam berujung pada penyerahan diri pelaku

ilustrasi penangkapan (pexels.com/Kindel Media)

Usai melepaskan tembakan, pelaku melarikan diri menggunakan mobil menuju rumah pribadinya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari sekolah. Polisi yang merespons laporan tersebut langsung memasang barikade dan mensterilkan lingkungan di sekitar kediaman tersangka.

Proses pengepungan berlangsung menegangkan karena pelaku mengurung diri di dalam rumah sambil membawa senjata api. Negosiasi yang berlangsung selama 18 jam itu baru membuahkan hasil setelah aparat mendatangkan putra kandung tersangka guna melakukan pendekatan emosional.

"Tersangka melarikan diri ke rumahnya setelah penembakan, sebelum akhirnya polisi berhasil membujuknya untuk menyerahkan diri," ungkap Kepala Kepolisian Bang Lamung, Kolonel (Pol) Sarawut Nuchanart.

3. Aktivitas sekolah ditutup sementara

Ilustrasi tas sekolah anak TK (pexels.com/godisablejacob)

Buntut dari tragedi ini, pemerintah daerah menghentikan sementara seluruh aktivitas belajar mengajar di TK tersebut demi kepentingan penyelidikan dan pendampingan psikologis. Penutupan ini dilakukan guna memastikan kondisi mental para murid dan staf pengajar pulih sepenuhnya.

Tragedi penembakan ini juga kembali memicu sorotan publik terhadap tingginya angka kepemilikan senjata api di Thailand. Kementerian terkait mulai menginstruksikan peninjauan ulang terhadap perizinan senjata dinas maupun sipil, serta memperketat protokol keamanan di berbagai lembaga pendidikan.

"Murid-murid dilarang datang ke sekolah dan para orang tua diminta untuk menjaga anak-anak mereka di lokasi yang aman," tegas Wali Kota Nong Pla Lai, Yotsaphong Sinthong.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article