Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Popularitas PM Jepang Anjlok 50 Persen usai Kasus Menteri Pertanian
Bendera Jepang (unsplash.com/Roméo A.)
  • Dukungan publik terhadap kabinet PM Jepang Sanae Takaichi turun 4,3 poin menjadi 49,1 persen, sementara ketidakpuasan naik menjadi 33,0 persen dalam survei 17–18 Oktober 2026.
  • Penurunan dipicu respons pemerintah yang dinilai lambat atas kontroversi Kazuo Yana, yang mengundurkan diri setelah pernyataan soal anggaran daerah dan pengakuan fasilitas transportasi gratis bagi simpatisan.
  • Takaichi mengaku bertanggung jawab atas penunjukan Yana, menerima pengunduran dirinya demi kelancaran agenda parlemen, lalu menunjuk mantan wakil menteri Arata Takebe sebagai pengganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tingkat kepuasan publik terhadap kabinet Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, merosot ke bawah 50 persen, mencatatkan angka terendah sejak ia mulai memimpin pada Oktober 2025. Berdasarkan hasil jajak pendapat nasional pada 17 hingga 18 Oktober 2026, angka dukungan bagi kepemimpinan Takaichi kini berada di posisi 49,1 persen.

Penurunan tajam ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap lambatnya respons pemerintah dalam menangani kontroversi mantan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Kazuo Yana. Masalah etik yang berujung pada pengunduran diri menteri tersebut menjadi pukulan politik besar pertama bagi kabinet Takaichi menjelang satu tahun masa jabatannya.

1. Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kabinet Takaichi

Dukungan terhadap kabinet Takaichi turun sebesar 4,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sementara angka ketidakpuasan masyarakat naik menjadi 33,0 persen. Penurunan hingga di bawah ambang batas 50 persen ini memperlihatkan melebarnya jarak antara harapan pemilih dan ketegasan pemerintah.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 81,5 persen responden menilai langkah pengunduran diri Yana sudah tepat, sedangkan 11,1 persen lainnya merasa ia tidak perlu mundur. Meski demikian, sebanyak 57,7 persen warga menganggap keputusan pergantian menteri tersebut terlambat, dan 54,7 persen meyakini masalah ini dapat mengganggu stabilitas pemerintahan ke depan.

2. Kontroversi dugaan pelanggaran aturan oleh menteri pertanian

Krisis politik di tubuh kabinet ini bermula dari pernyataan Kazuo Yana yang menuai kritik tajam hingga membuatnya mengundurkan diri pada Rabu (14/10/2026). Yana sempat mewacanakan pemotongan anggaran perbaikan jalan bagi pemerintah daerah yang tidak mendukungnya saat pemilu.

Tekanan publik makin kuat setelah Yana mengakui di hadapan parlemen bahwa tim suksesnya menyediakan fasilitas angkutan gratis bagi simpatisan untuk menghadiri rapat akbar, tindakan yang dinilai melanggar aturan pemilu. Sebelum Yana resmi meletakkan jabatannya, Takaichi sempat menegurnya secara terbuka di hadapan Komite Anggaran DPR dan mempertimbangkan kelayakannya sebagai menteri.

"Pernyataan tersebut sangat tidak pantas dan memalukan," kata Takaichi dalam persidangan di parlemen, dilansir The Japan Times.

3. Tanggung jawab perdana menteri atas pergantian pejabat

Perdana Menteri Takaichi menyatakan bertanggung jawab penuh atas pengunduran diri salah satu menterinya, Yana, usai surat resmi diserahkan di kantor PM di Tokyo. Pengunduran diri tersebut diterima demi mencegah terhambatnya pembahasan rancangan undang-undang di parlemen dan menjaga kelancaran program sektor pangan.

Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, Takaichi langsung menunjuk mantan Wakil Menteri Pertanian Arata Takebe sebagai pengganti Yana.

"Saya yang memilih menteri tersebut, sehingga tanggung jawab atas pengangkatannya berada di tangan saya selaku perdana menteri," ujar Takaichi kepada wartawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article