Jakarta, IDN Times - Suhu rata-rata global sepanjang 2026 dinyatakan hampir pasti melampaui ambang pemanasan 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri. Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa (C3S) menyampaikan keterangan tersebut melalui buletin bulanannya pada Jumat (6/11/2026).
Prediksi statistik berdasarkan data hingga Oktober menunjukkan bahwa 2026 kemungkinan besar menempati peringkat kedua tahun terhangat dalam catatan sejarah. Namun, tahun ini masih memiliki peluang sekitar 20 persen untuk menyamai atau bahkan melampaui 2024, yang saat ini berstatus sebagai tahun terpanas yang pernah ada.