Serangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga dan Lukai 11 Lainnya

- Serangan Israel di berbagai wilayah Gaza menewaskan empat warga Palestina, termasuk seorang perempuan, dan melukai 11 orang pada Kamis (5/11/2026).
- Drone, tembakan darat, gempuran laut, serta perobohan bangunan dilaporkan terjadi di Gaza utara, tengah, selatan, dan pesisir Gaza City.
- Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pelanggaran gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025 telah menewaskan 1.602 warga Palestina dan melukai 5.799 lainnya.
Jakarta, IDN Times - Serangan militer Israel di Jalur Gaza menewaskan empat warga Palestina, termasuk seorang perempuan, serta melukai 11 orang lainnya pada Kamis (5/11/2026). Sumber medis dan sumber lokal menyatakan peristiwa tersebut merupakan pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Rentetan serangan udara, tembakan darat, dan gempuran laut tersebut menyasar sejumlah wilayah di Jalur Gaza bagian barat, tengah, utara, hingga selatan. Seluruh insiden ini dilaporkan terjadi di tengah masa gencatan senjata yang sedang berjalan.
1. Serangan drone tewaskan warga di Al-Shati dan Al-Zawayda

ilustrasi drone militer (Beograd007, CC0, via Wikimedia Commons) Dalam serangan terbaru, seorang pria Palestina tewas dan dua orang lainnya terluka saat drone Israel menyerang warga sipil di Kamp Pengungsi Al-Shati, sebelah barat Gaza City. Keterangan tersebut disampaikan oleh sumber medis kepada Anadolu. Sementara itu di Gaza utara, drone menghantam sebuah apartemen di gedung hunian di kawasan Al-Karama, sebelah barat laut Gaza City, hingga menyebabkan satu warga Palestina luka sedang menurut keterangan sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa.
Di Gaza tengah, seorang pria Palestina lainnya tewas akibat serangan drone Israel di dekat wilayah kota praja Al-Zawayda. Informasi mengenai kematian pria tersebut dikonfirmasi oleh sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Masih di Al-Zawayda, sumber medis Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa sebelumnya menyampaikan bahwa Abdul Rahim Walid Matar (27) tewas dan satu warga Palestina luka parah akibat serangan drone. Saksi mata mengatakan bahwa drone militer menembakkan dua rudal ke arah tenda penampungan pengungsi di bagian barat kota tersebut.
2. Tembakan gencar di wilayah tengah dan selatan Gaza

Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons) Masih di wilayah tengah Gaza, lima warga Palestina terluka saat serangan drone menyasar warga sipil di Jalan Al-Ishreen, Kamp Pengungsi Nuseirat, menurut sumber medis. Pada kawasan lain, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan gencar di dekat Masjid Hosni al-Masdar, sebelah timur Kamp Pengungsi Al-Maghazi, disertai satu bom yang dijatuhkan drone quadcopter tanpa menimbulkan korban luka.
Di Gaza selatan, jenazah seorang perempuan berusia 54 tahun tiba di Rumah Sakit Nasser. Saksi mata menuturkan bahwa korban bernama Sheikh al-Eid ditembak mati oleh pasukan Israel di dalam tendanya di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis, setelah kembali dari Rumah Sakit Al-Amal untuk melepas keberangkatan suami dan anak perempuannya yang pergi ke Mesir demi pengobatan.
Dua warga Palestina, termasuk seorang perempuan, juga terluka akibat tembakan gencar kendaraan militer Israel di area utara dan timur Khan Younis. Secara terpisah, pasukan Israel merobohkan rumah serta bangunan sipil di area kekuasaan mereka di timur Khan Younis, bersamaan dengan laporan warga yang mendengar dua suara ledakan kuat.
3. Pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di Gaza

Gaza (pexels.com/Mohamed Zarandah) Selain serangan di darat dan udara, kapal perang angkatan laut Israel turut melepaskan tembakan senapan mesin dan peluru artileri ke arah pesisir Gaza City. Rangkaian serangan ini terjadi di tengah pelanggaran harian Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata tersebut telah menewaskan 1.602 warga Palestina dan melukai 5.799 orang per Kamis (5/11/2026). Berdasarkan data kementerian yang dihimpun Anadolu, perang genosida Israel di Gaza sejak 8 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 74 ribu warga Palestina, melukai lebih dari 174 ribu orang, serta berdampak pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil.






















