Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gelombang Panas Ekstrem Korsel: Suhu Seoul Tembus 40 Derajat Celcius

Gelombang Panas Ekstrem Korsel: Suhu Seoul Tembus 40 Derajat Celcius
Ilustrasi kota Seoul, Korea Selatan. unsplash.com/Shawn Ang
Intinya Sih
  • Gelombang panas ekstrem membuat Nowon, Seoul, mencatat 40,2 derajat Celsius pada 7 Agustus 2026, pengukuran di atas 40 derajat pertama di wilayah Seoul sejak 2018.
  • Musim panas 2026 menjadi salah satu terpanas di Korsel, dengan rata-rata 14,8 hari gelombang panas dan rekor 13 malam tropis sejak 1 Juni hingga 6 Agustus.
  • Penyakit terkait panas mencapai 2.665 kasus dan 23 kematian; suhu di sebagian besar Korsel diperkirakan tetap 31-35 derajat Celsius hingga pertengahan Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gelombang panas ekstrem terus melanda Korea Selatan (Korsel), dengan suhu udara di sejumlah wilayah ibu kota Seoul menembus 40 derajat celcius pada Jumat (7/8/2026) untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Lonjakan suhu ini menjadi puncak dari gelombang panas berkepanjangan yang melanda negara tersebut sepanjang musim panas.

Stasiun pemantauan cuaca otomatis di Distrik Nowon, Seoul bagian timur laut, mencatat suhu mencapai 40,2 derajat celcius sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Menurut Badan Meteorologi Korea (KMA), angka tersebut merupakan pengukuran di atas 40 derajat celcius pertama yang terdeteksi di titik pengamatan wilayah Seoul sejak 1 Agustus 2018, dilansir Korea Herald.

Namun, suhu di Nowon bukan merupakan suhu resmi Seoul. Pengukuran resmi dilakukan di stasiun meteorologi Seoul di Jongno, yang mencatat angka 38 derajat celcius pada Jumat.

1. Musim panas 2026 tercatat sebagai salah satu yang terpanas di Korsel

Ilustrasi cuaca panas. (Pixabay.com/geralt)
Ilustrasi cuaca panas. (Pixabay.com/geralt)

Wilayah sekitar ibukota Korsel pun mengalami lonjakan suhu yang tak kalah parah. Kota Hanam di Provinsi Gyeonggi mencatat suhu hingga 40,7 derajat celcius, sementara Gwangyang di Provinsi Jeolla Selatan mencapai 40,2 derajat celcius. Di Yeongwol, Provinsi Gangwon, suhu mencapai 39,8 derajat celcius. Menanggapi lonjakan ini, KMA memperluas peringatan panas tingkat tertinggi hingga ke wilayah Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara.

Kondisi ekstrem tahun ini menempatkan musim panas 2026 sebagai salah satu yang terpanas dalam catatan nasional. Sejak 1 Juni-6 Agustus, Korsel mencatat rata-rata 14,8 hari gelombang panas, yang didefinisikan sebagai hari-hari dengan suhu tertinggi setidaknya 33 derajat celcius. Angka ini merupakan yang tertinggi keempat untuk periode tersebut sejak sistem pemantauan nasional diperluas pada 1973.

Selain suhu siang hari yang membakar, fenomena malam hari juga memecahkan rekor. Rata-rata jumlah malam tropis (kondisi saat suhu terendah pada malam hari tidak pernah turun di bawah 25 derajat celcius) mencapai rekor tertinggi, yaitu 13 hari pada periode yang sama.

2. Akumulasi kasus penyakit terkait panas telah mencapai 2.665 kasus

Ilustrasi brankar rumah sakit. (pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi brankar rumah sakit. (pexels.com/Pixabay)

Cuaca panas yang intens ini membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Data dari Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Pusat mengatakan sebanyak 208 kasus penyakit terkait panas dilaporkan pada Rabu (5/8/2026), sehingga jumlah kumulatif tahun ini mencapai 2.665 kasus, termasuk 23 kematian.

Korea JoongAng Daily melaporkan, tren peningkatan kasus juga terlihat setelah Ipchu, yakni penanda tradisional masuknya musim gugur dalam kalender lunar. Data Lembaga Penelitian Manajemen Bencana Nasional, di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, menunjukkan bahwa kasus penyakit akibat panas setelah Ipchu meningkat hampir tiga kali lipat dalam 15 tahun terakhir. Rata-rata kasus tahunan melonjak dari 215 kasus pada periode 2011-2015, menjadi 658 kasus pada 2016-2020. Pada 2021-2025, angkanya masih tinggi, dengan rata-rata 638 kasus per tahun. Tahun ini, Ipchu jatuh pada 7 Agustus 2026.

3. Suhu di Korsel akan berkisar hingga 35 derajat celcius pada pertengahan Agustus

Suasana kota Seoul, Korea Selatan. (Unsplash.com/Jana Sabeth)
Suasana kota Seoul, Korea Selatan. (Unsplash.com/Jana Sabeth)

Tingkat fatalitas pada periode usai Ipchu juga menunjukkan tren kenaikan. Sepanjang periode 2016-2025, rata-rata setidaknya empat orang meninggal setiap tahun akibat penyakit terkait panas di akhir musim panas. Jumlah tersebut naik dari rata-rata 3,3 kematian pada 2012-2015. Kerentanan ini terlihat jelas pada 2024 lalu, ketika gelombang panas berkepanjangan hingga akhir Agustus menyebabkan 1.299 kasus penyakit dan 12 kematian.

Meskipun KMA memproyeksikan sedikit penurunan suhu pada akhir pekan ke kisaran 26-35 derajat celcius, kondisi hangat di atas rata-rata musiman diperkirakan masih bertahan. Pihak berwenang memperingatkan bahwa suhu tertinggi siang hari di sebagian besar wilayah Korsel akan tetap berkisar antara 31-35 derajat celcius hingga pertengahan Agustus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More