PM Prancis Buka Suara soal Eskalasi dalam Demo Siswa SMA

- PM Prancis Sebastien Lecornu memperingatkan eskalasi demonstrasi siswa SMA menolak efisiensi anggaran pendidikan, setelah sekitar 164 siswa ditangkap.
- Aksi yang meluas dari Paris ke sejumlah kota memicu blokade sekolah; 12 polisi, 12 siswa, dan tiga staf sekolah terluka, sementara 180 sekolah terdampak.
- Pada akhir pekan, warga di berbagai kota juga berunjuk rasa menuntut respons darurat pemerintah terhadap perubahan iklim dan gelombang panas.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Prancis, Sebastien Lecornu telah memperingatkan akan adanya eskalasi dalam demonstrasi siswa pada Senin (28/9/2026). Pernyataan ini disampaikan usai penangkapan sekitar 164 siswa.
Demonstrasi siswa ini sudah berlangsung dalam sejak akhir pekan lalu. Para siswa SMA mendukung penuh hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan menolak efisiensi anggaran pendidikan.
1. Sebut demonstrasi membahayakan siswa dan guru

ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/luizagiannelli) Lecornu mengatakan bahwa demonstrasi dan penangkapan ini dapat berbuntut pada aksi kekerasan. Menurutnya, kembang api, api, kekerasan di dekat sekolah dapat membahayakan siswa, guru, dan aparat kepolisian sendiri.
Dilansir BBC, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez mengatakan, 12 anggota kepolisian, 12 siswas, dan 3 staf sekolah terluka. Sedangkan 180 sekolah terdampak imbas demonstrasi besar dari siswa SMA kali ini.
2. Demonstrasi siswa melebar di berbagai kota

ilustrasi demonstrasi (unsplash.com/mettyunuabona) Setelah sepekan, demonstrasi siswa SMA di Prancis ini melebar ke berbagai kota dari awalnya hanya Paris dan sekitarnya. Pada Senin, demonstrasi sudah terjadi di beberapa area, seperti blokade di Aples-Maritimes dan Var, Marseille, Lille, dan Sedan di Ardennes bagian timur laut.
Dilansir Le Monde, Union Syndicale Lyceenne atau persatuan Prancis mendukung penuh demonstrasi siswa SMA. Mereka bahkan mendorong adanya blokade sekolah secara nasional dan mengajak pegawai negeri untuk meninggalkan pekerjaannya selama sehari.
3. Warga Prancis protes perubahan iklim

suasana Paris, Prancis (unsplash.com/chriskaridis) Pada akhir pekan lalu, sejumlah warga ikut dalam demonstrasi di berbagai kota untuk mendesak darurat perubahan iklim. Langkah ini sebagai bentuk protes atas gelombang panas yang terjadi di Eropa dan belahan dunia lain.
Dilansir Riviera Radio, pihak penyelenggara demo mendesak rencana darurat dari pemerintah untuk merespons perubahan iklim. Sebanyak 4.500 orang sudah menandatangani gugatan hukum dan lebih dari 1.100 orang ambil bagian dari aksi ini.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















