Jakarta, IDN Times – Presiden Hungaria, Tamas Sulyok, menyatakan akan mengundurkan diri setelah menandatangani amandemen konstitusi yang secara resmi mengakhiri masa jabatannya pada Minggu (19/7/2026). Amandemen tersebut merupakan upaya terbaru partai Tisza, pimpinan Perdana Menteri Péter Magyar, untuk membongkar benteng kekuasaan Orbán.
Amandemen Konstitusi ke-17 disahkan oleh parlemen pada Senin lalu dengan mayoritas suara. Aturan itu menyatakan bahwa Sulyok kehilangan kepercayaan publik secara serius dan memberinya waktu lima hari untuk menandatangani amandemen atau menghadapi proses pemakzulan.
Sulyok menuduh pemerintah Magyar melanggar supremasi hukum. Menurutnya, amandemen tersebut menandai titik kritis dalam demokrasi konstitusional Hungaria dan menunjukkan bahwa nilai-nilai inti masyarakat bebas telah diinjak-injak demi kekuasaan politik.
"Tanda tangan saya adalah segel terakhir dari kewajiban saya sebagai presiden dan bentuk penghormatan penuh serta tanpa syarat terhadap institusi kepresidenan. Ini menjadi bukti bahwa saya selalu mematuhi Hukum Dasar Hungaria dan tidak pernah melanggarnya," kata Sulyok, dikutip dari Euronews.
