Hungaria Investigasi Dugaan Relasi Eks Menlu dengan Rusia

- Hungaria resmi membuka investigasi terhadap mantan Menlu Peter Szijjarto atas dugaan relasi dengan Rusia, sesuai janji PM Peter Magyar untuk menindak dugaan pengkhianatan tersebut.
- Peter Magyar menyebut ada dokumen rahasia yang menunjukkan kontak Szijjarto dengan pejabat Rusia dan dugaan pemberian informasi Uni Eropa kepada Moskow.
- Szijjarto mengakhiri karier politiknya dan bergabung penuh dengan perusahaan mobil listrik China, BYD, setelah sebelumnya berperan dalam negosiasi pendirian pabrik BYD di Hungaria.
Jakarta, IDN Times - Hungaria membuka investigasi kepada mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hungaria, Peter Szijjarto yang diduga punya relasi dengan Rusia. Langkah ini sesuai dengan janji Perdana Menteri (PM) Hungaria, Peter Magyar atas pengkhianatan Szijjarto.
Sebelumnya, Hungaria menekankan akan mengubah kebijakan luar negerinya dan tidak lagi beraliansi dengan Rusia. Budapest akan menentukan kebijakan untuk mengedepankan komitmen kuat kepada NATO.
1. Magyar sebut terdapat bukti relasi Szijjarto dan pejabat Rusia

Magyar mengungkapkan bahwa investigasi memang sudah berjalan dan sudah dikerahkan ke penegak hukum. Ia mengatakan, terdapat sejumlah dokumen yang menjadi bahan bukti.
“Terdapat sejumlah dokumen yang diklasifikasi, dokumen tersebut berasal dari Kementerian Luar Negeri dan lainnya. Ketika informasi sudah teredia, kami akan menginformasikan pada Anda,” terangnya, dikutip dari United24, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, terdapat laporan kontak antara Szijjarto dengan sejumlah pejabat Rusia. Eks menlu Hungaria itu diduga memberikan informasi rahasia Uni Eropa (UE) kepada Rusia.
2. Szijjarto akhiri karier politik dan lanjutkan pekerjaan di BYD

Sehari sebelumnya, Szijjarto mengumumkan untuk mengakhiri karier politiknya di Hungaria. Eks politikus dari Partai Fidezs itu memutuskan untuk bergabung secara penuh dengan perusahaan mobil listrik China, BYD untuk menduduki posisi eksekutif.
“BYD adalah salah satu cerita sukses di industri otomotif dalam 20 tahun terakhir. Mulai hari ini, saya akan melanjutkan pekerjaan sebagai eksekutif di BYD untuk urusan relasi luar negeri dan pembangunan jaringan bisnis baru,” ungkapnya, dikutip dari Euronews.
Szijjarto sudah menjabat sebagai Menlu Hungaria di bawah kepemimpinan eks PM Hungaria, Viktor Orban. Namun, sejak Magyar terpilih, ia sudah jarang terlihat dan mengunggah konten di akun sosial medianya.
3. Szijjarto sudah bergabung dengan BYD sejak 2023

Pada 2023, Szijjarto sudah mengumumkan bergabung dengan BYD yang berencana membuka pabrik pertamanya di Hungaria. Sebagai Menlu Hungaria saat itu, ia sudah berperan penting dengan BYD untuk mengadakan negosiasi dengan pemerintah Hungaria.
Szijjarto pernah mengungkapkan bahwa BYD adalah salah satu investasi terbesar dalam sejarah ekonomi Hungaria. Ia menyatakan, pemerintah akan memberikan insentif kepada BYD untuk membangun pabrik di negaranya.
Sementara itu, Szijjarto dan Orban diketahui sudah menolak penetapan tarif UE kepada produk-produk China. Langkah itu untuk menarik China membuka sejumlah pabrik baterai mobil listrik di Hungaria.





















