Hungaria Akan Tutup Pintu bagi Rusia dan Berkomitmen dalam NATO

- Hungaria di bawah PM Peter Magyar ubah arah kebijakan luar negeri dengan menegaskan komitmen penuh pada NATO dan membatasi masa jabatan perdana menteri maksimal delapan tahun.
- Menhan Romulusz Ruszin-Szendi menegaskan Hungaria akan memperbaiki hubungan dengan sekutu NATO, menutup pintu bagi Rusia, serta merespons aktivitas intelijen Rusia yang mencoba memanfaatkan negaranya.
- Hungaria belum mencapai target anggaran pertahanan NATO karena fokus pada pendidikan dan kesehatan, sementara Rusia kembali menyalurkan minyak ke Hungaria dan Slovakia meski hubungan politik merenggang.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Hungaria, Romulusz Ruszin-Szendi, pada Rabu (15/7/2026), mengatakan akan mengubah kebijakan luar negeri negaranya. Ia menyebut, kebijakan baru Hungaria akan mengedepankan berkomitmen pada NATO.
Di bawah kepemimpinan baru Perdana Menteri (PM), Peter Magyar, Hungaria sudah mengubah sejumlah kebijakan di negaranya. Termasuk dengan membatasi masa jabatan PM Hungaria dengan maksimal 8 tahun.
1. Hungaria akan perbaiki hubungan dengan sekutu NATO

Ruszin-Szendi menyebut bahwa Hungaria akan memperbaiki hubungan buruk dengan negara-negara sekutu NATO. Terutama hubungan dengan Finlandia menyusul sejumlah penolakan yang menyebabkan tersendatnya proses aksesi menjadi anggota NATO.
“Hungaria harus mengembalikan kepercayaan dari sekutu-sekutunya. Sementara untuk Rusia, kami akan menutup pintu kami di depan mereka,” tuturnya, dikutip dari United24.
Ia menekankan, kebijakan baru ini sebagai respons atas aktivitas intelijen Rusia yang berusaha memanfaatkan Hungaria. Menurutnya, Rusia masih berusaha mencari celah masuk ke Hungaria lewat jalur belakang.
2. Hungaria akui belum capai target anggaran pertahanan syarat NATO

Pada saat yang sama, Ruszin-Szendi mengakui bahwa Hungaria memang belum mencapai target anggaran pertahanan NATO sebesar 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, ia berjanji akan mengupayakan mencapai target tersebut.
Dilansir RBC Ukraine, Menhan Hungaria itu menyebut bahwa pemerintah Hungaria saat ini lebih memprioritaskan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan dibanding pertahanan. Alhasil, negara Eropa tengah itu belum dapat mencapai target sesuai syarat minimal NATO.
3. Rusia kembali alirkan minyak ke Hungaria dan Slovakia

Meski hubungan merenggang, Rusia memutuskan mengembalikan aliran minyak ke Hungaria dan Slovakia pada awal Juni. Volume pengiriman minyak sepanjang bulan Mei sudah stabil meski belum mencapai level sebelum penangguhan pada April.
Perusahaan minyak Hungaria, MOL Group setempat mengungkapkan, stabilitas pengiriman minyak penting sembari mengupayakan diversifikasi sumber minyak. Selama ini, Hungaria dan Slovakia menjadi negara anggota Uni Eropa (UE) yang masih menggantungkan sumber utama minyak dan gas dari Rusia usai invasi ke Ukraina.





















