Lee mengutip tulisan seorang pendukung di X yang membantah kritik terhadap frekuensi kunjungan luar negerinya. Pendukung tersebut mempertanyakan anggapan bahwa perjalanan presiden ke negara lain hanya bertujuan berwisata, padahal kegiatan itu juga mencakup urusan diplomatik dengan para pemimpin negara lain.
Lee lantas menerangkan padatnya agenda selama kunjungan-kunjungan tersebut. Ia menyebut perjalanan kenegaraan butuh persiapan yang panjang, penerbangan yang melelahkan, serta jadwal resmi yang padat hingga tidak menyediakan waktu luang. Ia juga menyebut padatnya pekerjaan selama kunjungan luar negeri membuatnya kerap membutuhkan infus dan mengalami mimisan.
Lee mengakhiri unggahannya dengan mengutip peribahasa, "Mata Buddha hanya melihat Buddha, sedangkan mata babi hanya melihat babi." Ia menambahkan bahwa seseorang hanya bisa melihat sejauh pengetahuannya dan berharap masyarakat dapat memahami hal tersebut.
Dilansir Korea JoongAng Daily, peribahasa di atas secara umum dikaitkan dengan Raja Taejo, yang memerintah pada 1392 — 1398. Ungkapan itu menggambarkan seseorang yang hanya mampu memandang sesuatu berdasarkan sudut pandangnya sendiri tanpa melihat gambaran yang lebih luas.