Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Putra Mahkota Iran Kecam Kesepakatan Damai dengan AS

Putra Mahkota Iran Kecam Kesepakatan Damai dengan AS
potret Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Reza Pahlavi mengecam kesepakatan damai Iran-AS, menilai perjanjian itu hanya menguntungkan rezim Iran yang dianggapnya bobrok dan tidak berpihak pada rakyat.
  • Pahlavi menyoroti eksekusi dua demonstran anti-pemerintah sebagai bukti bahwa perdamaian dengan AS akan memperkuat penindasan oleh rezim Khamenei.
  • Ia mendesak AS membatalkan kesepakatan damai dan terus menekan Iran agar rezim Khamenei runtuh, sembari menegaskan perjuangan rakyat Iran untuk kebebasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, mengecam keras kesepakatan damai antara negaranya dengan Amerika Serikat. Dalam sebuah unggahan di X pada Selasa (16/6/2026), Pahlavi menyebut kesepakatan itu hanya akan memberi keuntungan untuk rezim pemerintahan Iran yang menurutnya sudah sangat bobrok. 

Pahlavi justru ingin AS melanjutkan perang dengan Iran. Dengan cara tersebut, AS bisa menjatuhkan rezim pemerintahan Iran di bawah tampuk kepemimpinan Mojtaba Khamenei. Sebab, menurutnya, rezim Iran kini sudah tidak pro-rakyat karena berisi pejabat yang hanya mementingkan diri sendiri. Ia juga menyebut semua warga Iran mendukung rezim Khamenei diruntuhkan.

1. Pahlavi menyoroti eksekusi mati para demonstran anti-pemerintah Iran

Tiang gantung.
ilustrasi eksekusi mati (unsplash.com/Alireza Jalilian)

Dalam pernyataannya, Pahlavi juga menyoroti eksekusi mati dua demonstran anti-pemerintah Iran yang melakukan protes pada Januari lalu. Pahlavi mengatakan, kesepakatan damai dengan AS akan melanggengkan rezim Iran untuk membunuh lebih banyak pihak yang anti-pemerintah. Sebab, menurutnya, jika sudah berdamai dengan AS, tidak ada lagi pihak yang mengganggu rezim Iran sehingga mereka bisa dengan bebas menindas orang.

"Saat menandatangani nota kesepahaman untuk perdamaian, Republik Islam (Iran) baru saja mengeksekusi dua demonstran lagi dari tanggal 8 dan 9 Januari. Inilah konsekuensi dari kesepakatan dengan rezim kriminal ini. Melakukan kesepakatan (damai) dengan rezim yang membunuh lebih dari 40.000 demonstran dalam dua hari pada bulan Januari adalah tindakan yang salah secara moral dan keliru secara strategis," ungkap Pahlavi.

2. Pahlavi minta AS batalkan kesepakatan damai dengan Iran

Kesepakatan damai.
ilustrasi kesepakatan damai (pexels.com/Kevin Malik)

Oleh karena itu, Pahlavi mendesak AS untuk membatalkan kesepakatan damai dengan Iran. Sebab, ia mendukung Negeri Paman Sam untuk terus memerangi Iran agar rezim pemerintahan Khamenei runtuh. Jika rezim Khamenei runtuh, kata dia, Iran akan menjadi negara yang lebih aman dan tentram. 

“Sebagaimana rezim ini tidak pernah berdamai dengan warganya sendiri, ia juga tidak akan pernah benar-benar berdamai dengan dunia. Komunitas internasional harus mendukung perjuangan rakyat Iran untuk kebebasan. Namun, izinkan saya menegaskan, dengan atau tanpa dukungan internasional, rezim ini akan gagal. Rakyat Iran akan membebaskan diri mereka sendiri dari tirani," kata Pahlavi.

3. Pahlavi merupakan salah satu tokoh oposisi utama Iran

Reza Pahlavi sedang berbicara kepada banyak orang.
potret Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Pahlavi sendiri merupakan salah satu tokoh oposisi utama Iran. Ia kerap menentang rezim pemerintahan Iran yang dipimpin oleh keluarga Khamenei. Sebab, menurutnya, rezim mereka korup dan tidak pro-rakyat. 

Saat ini, Pahlavi tinggal di Washington D.C., AS. Ia tinggal di AS usai diusir oleh rezim Iran karena dianggap terlalu antipemerintah. Sikap itu bisa dilihat dari tindakannya yang mengecam kesepakatan damai antara AS dan Iran. 

Sebagai informasi, nota kesepahaman (MoU) mengenai kesepakatan damai AS dan Iran sendiri dikabarkan bakal ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026) pekan ini. Setelah ditandatangani, kesepakatan tersebut akan langsung berlaku efektif. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More