Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekjen ASEAN: Rivalitas Global Bisa Bikin Kawasan Makin Terfragmentasi
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Kao Kim Hourn mengingatkan rivalitas strategis dan kerja sama baru berisiko membuat arsitektur Asia Tenggara semakin terfragmentasi.
  • ASEAN diminta menjaga persatuan, solidaritas, dan sentralitas melalui penggunaan mekanisme dialog yang lebih strategis.
  • Menjelang usia 60 tahun pada 2027, ASEAN dinilai perlu beradaptasi sambil tetap menentukan prioritas dan masa depannya sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting bagi ASEAN saat ini?
Vote Now
Senin (14/9/2026)

Kao Kim Hourn membuka ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) ke-3 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Ia mengingatkan risiko fragmentasi kawasan akibat rivalitas strategis dan kerja sama baru.

tahun ini

Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) memasuki usia 50 tahun.

2027

ASEAN akan memasuki usia 60 tahun di bawah keketuaan Singapura.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting bagi ASEAN saat ini?
Vote Now
  • What?
    Kao Kim Hourn memperingatkan rivalitas strategis dan kerja sama baru dapat membuat arsitektur Asia Tenggara semakin terfragmentasi.
  • Who?
    Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan peringatan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
  • When?
    Saat pembukaan ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) ke-3, Senin (14/9/2026).
  • Why?
    ASEAN perlu mempertahankan sentralitasnya di tengah lingkungan geopolitik yang semakin kompleks dan koalisi berdasarkan isu tertentu.
  • How?
    ASEAN dapat menggunakan instrumen dan mekanisme yang dimiliki secara lebih strategis dan efektif untuk menjaga dialog serta membangun kepercayaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting bagi ASEAN saat ini?
Vote Now

Pak Kao Kim Hourn bilang ASEAN menghadapi banyak persaingan dan kelompok kerja sama baru. Ini bisa membuat negara-negara di Asia Tenggara terpisah-pisah. ASEAN ingin tetap menyatukan negara, menjaga dialog, dan memakai cara kerja yang sudah ada. Pada 2027, ASEAN akan berusia 60 tahun dan akan melihat lagi cara bekerjanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting bagi ASEAN saat ini?
Vote Now

Mekanisme yang dimiliki ASEAN, termasuk TAC, ASEAN Regional Forum, East Asia Summit, ADMM, dan ADMM-Plus, memberi dasar untuk menjaga dialog dan membangun kepercayaan. Peran think tank melalui jalur Track 2 juga membuka ruang kajian independen untuk menguji asumsi serta melihat pilihan kebijakan secara kritis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang lebih penting bagi ASEAN saat ini?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengingatkan semakin tajamnya rivalitas strategis dan bermunculannya berbagai kerja sama baru dapat membuat arsitektur kawasan Asia Tenggara semakin terfragmentasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi ASEAN untuk mempertahankan sentralitasnya di tengah lingkungan geopolitik yang semakin kompleks.

Kao menyampaikan hal itu saat membuka ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) ke-3 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (14/9/2026). Menurutnya, ASEAN perlu memastikan berbagai mekanisme yang dipimpinnya tetap relevan ketika negara-negara semakin banyak membentuk koalisi berdasarkan isu tertentu maupun kerja sama minilateral.

“Di bawah Presidensi Filipina dan temanya, ‘Navigating Our Future, Together’, ASEAN menghadapi lingkungan regional dan internasional yang semakin diperebutkan, kompleks, dan tidak terduga,” kata Kao dalam pidatonya di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan tantangan ASEAN bukan hanya menghadapi tekanan tersebut, tetapi juga menjaga persatuan, solidaritas, sentralitas, serta arah bersama dalam perjalanan menuju Komunitas ASEAN 2045.

1. Rivalitas geopolitik uji sentralitas ASEAN

Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn hadiri 3rd ASEAN Think Tanks Summit. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kao mengatakan persaingan strategis yang semakin tajam terjadi bersamaan dengan munculnya berbagai institusi dan inisiatif baru di kawasan. Negara-negara juga semakin sering memilih membentuk koalisi berdasarkan isu tertentu atau kerja sama dalam kelompok yang lebih kecil.

Menurut Kao, perkembangan tersebut pada satu sisi menunjukkan dinamika baru dalam hubungan internasional. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, semakin banyaknya mekanisme kerja sama dapat membuat arsitektur kawasan menjadi terlalu terfragmentasi.

“Pertanyaannya bagi ASEAN adalah bagaimana memastikan arsitektur kawasan yang semakin kompleks ini tidak menjadi begitu terfragmentasi sehingga proses yang dipimpin ASEAN kehilangan koherensi, relevansi, atau daya untuk mempertemukan berbagai pihak,” ujarnya.

Ia menilai persoalannya bukan lagi apakah dialog masih relevan, melainkan bagaimana ASEAN dapat menggunakan instrumen dan mekanisme yang sudah dimiliki secara lebih strategis dan efektif.

2. 50 Tahun TAC jadi modal ASEAN

Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam ASEAN Media Forum ke-10 (AMF) di Manila, Filipina. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kao menyinggung Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) yang tahun ini memasuki usia 50 tahun. Menurutnya, perjanjian tersebut tetap menjadi salah satu fondasi penting bagi hubungan damai antarnegara di Asia Tenggara.

Selain TAC, ASEAN memiliki sejumlah mekanisme yang dapat digunakan untuk menjaga dialog dan membangun kepercayaan, termasuk ASEAN Regional Forum, East Asia Summit, ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM), dan ADMM-Plus.

ASEAN juga memiliki ASEAN Institute for Peace and Reconciliation yang dapat mendukung upaya dialog dan kerja sama. Kao mengatakan tantangannya adalah memastikan seluruh mekanisme tersebut tetap mampu merespons perubahan lingkungan strategis.

“Sentralitas, bagaimanapun, tidak dapat hanya bertumpu pada warisan kelembagaan, sentralitas harus terus diperoleh melalui kemampuan ASEAN untuk mempertemukan negara-negara, mengelola perbedaan, dan memungkinkan aksi bersama ketika hal tersebut penting,” kata Kao.

3. ASEAN menuju usia 60 tahun

Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

ASEAN akan memasuki usia 60 tahun pada 2027 di bawah keketuaan Singapura. Momentum tersebut, menurut Kao, dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan ASEAN sekaligus melihat apakah berbagai institusi dan pola kerja sama yang selama ini digunakan masih sesuai dengan lingkungan strategis yang telah berubah.

Ia mengatakan ASEAN harus terus beradaptasi tanpa kehilangan kemampuan untuk menentukan prioritas dan masa depannya sendiri. Menurutnya, ketahanan tidak semata-mata berarti kemampuan menghadapi guncangan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan sambil tetap memiliki ruang untuk menentukan pilihan.

“Untuk ASEAN, itu berarti tetap terbuka sembari mengelola kerentanan, memperdalam kemitraan tanpa menciptakan ketergantungan yang berlebihan, serta melibatkan kekuatan besar dan mitra lainnya sembari mempertahankan kemampuan untuk menentukan prioritasnya sendiri dan membentuk masa depannya sendiri bagi masyarakatnya,” tutur Kao.

Kao menilai komunitas think tank melalui jalur Track 2 juga dapat membantu ASEAN menghadapi tantangan tersebut. Kajian independen dibutuhkan untuk menguji asumsi, melihat pilihan kebijakan secara kritis, serta memberikan rekomendasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan kebijakan ASEAN.

Ikut pilih pandanganmu tentang sentralitas ASEAN

Mana yang lebih penting bagi ASEAN saat ini?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article