Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengingatkan semakin tajamnya rivalitas strategis dan bermunculannya berbagai kerja sama baru dapat membuat arsitektur kawasan Asia Tenggara semakin terfragmentasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi ASEAN untuk mempertahankan sentralitasnya di tengah lingkungan geopolitik yang semakin kompleks.
Kao menyampaikan hal itu saat membuka ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) ke-3 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (14/9/2026). Menurutnya, ASEAN perlu memastikan berbagai mekanisme yang dipimpinnya tetap relevan ketika negara-negara semakin banyak membentuk koalisi berdasarkan isu tertentu maupun kerja sama minilateral.
“Di bawah Presidensi Filipina dan temanya, ‘Navigating Our Future, Together’, ASEAN menghadapi lingkungan regional dan internasional yang semakin diperebutkan, kompleks, dan tidak terduga,” kata Kao dalam pidatonya di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan tantangan ASEAN bukan hanya menghadapi tekanan tersebut, tetapi juga menjaga persatuan, solidaritas, sentralitas, serta arah bersama dalam perjalanan menuju Komunitas ASEAN 2045.
