Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari AI hingga Scam Online, Jadi Tantangan Baru ASEAN

Dari AI hingga Scam Online, Jadi Tantangan Baru ASEAN
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn hadiri 3rd ASEAN Think Tanks Summit. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Kao Kim Hourn menilai keterbukaan ekonomi ASEAN perlu tetap dijaga sambil membuat ketergantungan kawasan lebih aman.
  • Diversifikasi pemasok, kapasitas cadangan, dan mekanisme kawasan disebut penting untuk menghadapi gangguan energi, pangan, serta rantai pasok.
  • ASEAN menghadapi tantangan AI, kesenjangan digital, ancaman siber, ketegangan maritim, perubahan iklim, dan penipuan daring yang saling terhubung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, mana yang perlu jadi fokus utama ASEAN?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menilai ketahanan ekonomi kawasan tidak berarti ASEAN harus mengurangi keterbukaan atau interdependensi dengan negara lain. Menurutnya, ASEAN justru perlu membuat ketergantungan tersebut lebih aman melalui diversifikasi, kapasitas regional, dan kemampuan menghadapi guncangan.

Kao menyampaikan pandangan tersebut saat membuka ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) ke-3 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia mengatakan ketahanan ekonomi menjadi semakin penting karena gangguan terhadap energi, pangan, dan rantai pasok dapat saling berdampak terhadap daya saing ekonomi serta stabilitas sosial.

Menurutnya, ASEAN perlu melihat ketahanan energi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan sebagai agenda yang saling terhubung, bukan persoalan yang berdiri sendiri.

“Ketahanan juga membutuhkan pilihan-pilihan sulit. Kemakmuran ASEAN dibangun melalui keterbukaan, integrasi, interdependensi yang mendalam, dan keterlibatan; mundur dari semua itu akan menimbulkan biaya yang sangat besar,” kata Kao.

  1. ASEAN diminta kurangi kerentanan ekonomi

    IMG_0952.jpeg
    Bendera negara peserta FIFA ASEAN Cup 2026 di CFD Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Kao mengatakan tantangan ASEAN saat ini adalah menjaga manfaat keterbukaan ekonomi sekaligus mengurangi kerentanan yang muncul akibat ketergantungan. Salah satu caranya melakukan diversifikasi pemasok dan membangun kapasitas cadangan untuk menghadapi gangguan.

    Menurutnya, diversifikasi memang dapat menimbulkan biaya karena tidak selalu seefisien sistem yang hanya bergantung pada satu sumber. Namun, ASEAN perlu menentukan kerentanan mana yang terlalu berisiko jika dibiarkan terbuka.

    ASEAN sebenarnya telah memiliki sejumlah mekanisme untuk memperkuat ketahanan kawasan. Di antaranya ASEAN Power Grid, Trans-ASEAN Gas Pipeline, ASEAN Petroleum Security Agreement, AHA Centre, serta ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve.

    “Tugasnya bukan mengurangi interdependensi, tetapi membuatnya lebih aman melalui diversifikasi, redundansi, kapasitas regional yang lebih kuat, serta kemampuan yang lebih besar untuk menyerap dan pulih dari guncangan,” ujarnya.

  2. AI jangan perlebar kesenjangan di ASEAN

    IMG_9955.jpeg
    Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Selain ketahanan ekonomi, Kao menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang akan menentukan tahap transformasi ekonomi ASEAN berikutnya. Ia menilai manfaat teknologi tersebut harus dapat dirasakan secara luas, khususnya oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi kawasan.

    ASEAN telah membangun sejumlah fondasi untuk transformasi digital, termasuk ASEAN Digital Masterplan, ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), serta ASEAN Guide on AI Governance and Ethics.

    Namun, Kao mengingatkan integrasi digital tidak boleh berkembang lebih cepat daripada kemampuan masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut mengambil manfaat. Perbedaan infrastruktur digital, keterampilan, akses modal, data, dan kemampuan teknologi berpotensi memperlebar kesenjangan antarnegara maupun antarpelaku usaha.

    “Manfaat AI dan digitalisasi tidak akan diperoleh secara merata di antara negara, sektor, perusahaan, atau pekerja. Perbedaan infrastruktur digital, keterampilan, akses terhadap modal, data, dan kemampuan teknologi dapat memperkuat kesenjangan yang sudah ada jika tidak ditangani secara sengaja,” kata Kao.

  3. Ancaman keamanan makin saling terhubung

    IMG_9954.jpeg
    Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Kao juga memperingatkan lingkungan keamanan ASEAN semakin kompleks. Ancaman tradisional seperti rivalitas strategis dan ketegangan maritim kini muncul bersamaan dengan ancaman siber, kejahatan lintas negara, risiko akibat perubahan iklim, serta penipuan daring.

    Menurutnya, berbagai ancaman tersebut semakin sulit dipisahkan berdasarkan sektor. Ketegangan maritim dapat berdampak terhadap perdagangan dan keamanan energi, sementara serangan siber dapat mengganggu perekonomian serta infrastruktur penting.

    “Ketegangan maritim dapat memengaruhi perdagangan dan keamanan energi; insiden siber dapat mengganggu ekonomi dan infrastruktur penting; bencana terkait iklim dapat menciptakan tekanan kemanusiaan dan keamanan; dan kelemahan dalam tata kelola digital dapat memfasilitasi kejahatan lintas negara,” ujar Kao.

    Oleh karena itu, ASEAN perlu memperkuat kerja sama lintas sektor dan menghubungkan berbagai upaya yang selama ini berjalan secara terpisah. Kao menilai ketahanan ASEAN akan sangat bergantung pada kemampuan berbagai komunitas kebijakan untuk berbagi informasi dan merespons risiko yang tidak lagi dapat dimasukkan ke dalam satu bidang saja.

    Ia menambahkan kerja sama dengan mitra Indo-Pasifik juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Namun, kemitraan eksternal tetap harus mendukung prioritas ASEAN dan tidak mengurangi kemampuan ASEAN maupun negara anggotanya untuk menentukan respons terhadap persoalan kawasan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More