Gempa Berkekuatan M5,6 Banten Tidak Berpotensi Tsunami

- Gempa tektonik M5,6 mengguncang wilayah selatan Banten pada Senin, 14 September 2026 pukul 16.27 WIB, namun hasil pemodelan BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.
- Analisis terbaru BMKG mencatat magnitudo gempa M5,5 dengan kedalaman 31 kilometer; episenternya berada di laut, 191 kilometer barat daya Bayah, Banten.
- BMKG mengidentifikasi gempa dangkal ini dipicu aktivitas subduksi lempeng, dengan mekanisme sumber berupa pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault.
Jakarta, IDN Times - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M)5,6 yang mengguncang wilayah selatan Banten, Senin (14/9/2026) pukul 16.27 WIB, tidak berpotensi tsunami.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wijayanto, dalam keterangan tertulis.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 31 km. Episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 8,56° Lintang Selatan, 105,70° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 191 km barat daya Bayah, Banten.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas subduksi lempeng.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault)," jelas Wijayanto.


















