Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Rusia melakukan serangan besar-besaran ke tiga kota besar yang ada di Ukraina, yakni Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv pada Selasa (2/6/2026) pagi waktu setempat. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan 9 orang dan melukai 76 lainnya. Semua korban tewas dan korban luka imbas serangan Rusia tadi berasal dari Kyiv dan Kharkiv.
Rusia Bombardir 3 Kota Besar di Ukraina, 9 Orang Tewas

- Rusia melancarkan serangan besar ke Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv yang menewaskan 9 orang serta melukai 76 lainnya, dengan kerusakan parah di apartemen 24 lantai di Kyiv.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya telah memperingatkan warganya tentang potensi serangan besar Rusia berdasarkan informasi dari intelijen nasional.
- Serangan Rusia diduga sebagai balasan atas aksi Ukraina yang menyerang kilang minyak Rosneft di Saratov, Rusia, yang menyebabkan kebakaran hebat tanpa korban jiwa.
Di Kyiv, ada 4 orang yang tewas dan 51 lainnya luka-luka. Sementara di Dnipro, ada 5 orang yang tewas dan 25 lainnya mengalami luka-luka. Semua korban tewas dan korban luka dari kedua kota tersebut kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Tidak ada laporan mengenai korban tewas dan korban luka di Kharkiv.
1. Serangan Rusia menghantam apartemen 24 lantai di Kyiv

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menjelaskan, serangan Rusia di wilayahnya menghantam apartemen 24 lantai. Serangan tersebut membuat apartemen runtuh sehingga beberapa penghuninya terjebak di dalam.
"Di distrik Obolon, mobil-mobil terbakar setelah terkena puing-puing rudal yang berjatuhan. Ada juga kebakaran di dua lokasi di area terbuka, termasuk satu di dekat taman kanak-kanak," kata Klitschko, seperti dilansir Jerusalem Post.
Imbas serangan ini, ribuan penduduk Kyiv berlarian ke pusat layanan kereta bawah tanah setempat untuk mencari tempat aman. Menurut sejumlah jurnalis yang meliput di sana, mereka berlarian sambil menangis dan membawa barang-barang pribadinya dari rumah.
2. Presiden Ukraina sudah mengingatkan soal serangan Rusia

Sebelum serangan ini terjadi, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sudah lebih dahulu memperingatkan warganya soal serangan Rusia. Zelenskyy mengatakan, Rusia sedang bersiap untuk kembali melakukan serangan besar-besaran ke Ukraina. Ia mendapatkan informasi tersebut dari otoritas intelijen negaranya.
“Kami memiliki informasi dari dinas intelijen tentang persiapan Rusia untuk serangan besar lainnya. Harap perhatikan peringatan udara dan lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap. Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa,” kata Zelenskyy dalam pernyataannya pada Jumat (29/5/2026) dilansir The Guardian.
3. Ukraina sebelumnya telah menyerang kilang minyak Rusia

Serangan ke Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv tadi ditengarai merupakan balasan Rusia terhadap Ukraina. Sebab, Ukraina telah menyerang kilang minyak milik Rusia di Kota Saratov, Negara Bagian Saratov Oblast, pada Minggu (31/5/2026) malam waktu setempat. Serangan itu menyebabkan kebakaran hebat di sekitar area kilang. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
“Malam ini, tentara kita menerapkan sanksi jarak jauh Ukraina terhadap kilang minyak di Saratov, Rusia, sekitar 700 kilometer (435 mil) dari garis depan. Sebuah pencapaian yang signifikan,” tulis Zelenskyy dalam sebuah unggahan di media sosial yang dikutip The Hill.
Menurut Gubernur Saratov Oblast, Roman Busargin, kilang minyak yang diserang Ukraina merupakan milik perusahaan minyak Rusia bernama Rosneft. Perusahaan tersebut dikabarkan menjadi pemasok minyak bagi pasukan militer Rusia untuk menyerang Ukraina. Inilah yang disebut menjadi alasan Ukraina menyerang kilang tersebut.



















