Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Diduga Mau Rekrut Hampir 20 Ribu Tentara Asing
Tentara Rusia. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Badan Intelijen Ukraina menyebut Rusia berencana merekrut sekitar 18.500 warga asing untuk menggantikan tentara yang gugur di Ukraina, berdasarkan informasi dari tentara Rusia yang menyerahkan diri.
  • Rusia menargetkan pekerja migran dari Asia Tengah serta negara berkembang di Afrika dan Asia, dengan iming-iming bayaran tinggi dan kewarganegaraan cepat, namun disertai dugaan pemaksaan.
  • Pemerintah Ghana melaporkan 55 warganya tewas setelah dijebak bergabung dengan militer Rusia, sementara lebih dari 270 lainnya direkrut melalui jaringan penyelundup sejak tahun 2022.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Intelijen Ukraina (DIU) mengatakan bahwa Rusia diduga berencana untuk merekrut setidaknya 18.500 warga asing di dalam tentaranya. Rencana ini disebut karena tingginya tentara Rusia yang gugur di Ukraina. 

“Kantor Rekrutmen Tentara Rusia diperkirakan akan merekrut sebanyak 0,5 persen hingga 3,5 persen dari seluruh warga asing di Rusia. Langkah ini untuk menggantikan tentara Rusia yang gugur,” terangnya, dikutip dari TVP World, Rabu (29/4/2026).

Penilaian ini didasarkan pada informasi intelijen yang didapat dari tentara Rusia yang menyerahkan diri. Mereka memilih untuk menyerah sesuai dalam program inisiatif I Want to Live dari Ukraina.  

1. Rusia menargetkan warga dari Afrika dan Asia

Berdasarkan laporan tersebut, target utama rekrutmen Rusia adalah pekerja migran dari negara-negara Asia Tengah. Negara itu meliputi, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan Tajikistan. 

Dilansir Ukrainska Pravda, Moskow juga berniat untuk mengekspansi rekrutmen di negara-negara berkembang Asia dan Afrika. Target Rusia kali ini adalah warga dari Bangladesh, Chad, Sudan, dan Burundi, serta sejumlah negara berkembang lain di Afrika dan Asia. 

2. Ukraina sebut Rusia memaksa pekerja migran untuk gabung militer

DIU menyebut bahwa metode yang dilakukan Rusia dengan sejumlah pemaksaan. Meskipun, Moskow juga menjanjikan bayaran tinggi dan percepatan untuk memperoleh kewarganegaraan Rusia. 

Rusia disebut mengeksploitasi kerentanan hukum dari warga asing di negaranya. Mereka menggunakan itu sebagai senjata untuk menekan dan memaksa mereka untuk bergabung dalam militer Rusia. 

Ukraina memperkirakan sudah ada 30 ribu warga asing yang membantu Rusia pada Maret. Separuh dari tentara asing di militer Rusia tersebut berasal dari negara-negara Asia. 

3. Ghana sebut 55 warganya tewas berperang untuk Rusia

Pada Februari, Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Ablakwa mengatakan bahwa setidaknya 55 warganya tewas di Ukraina. Mereka tewas setelah dijebak untuk bergabung dalam militer Rusia.  

Dilansir Africa News, ia mengungkapkan setidaknya terdapat 272 warga Ghana yang dirayu untuk bergabung dalam militer Rusia sejak 2022. Menurutnya, warganya menjadi korban manipulasi dan misinformasi dari jaringan penyelundup kriminal. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team